Galeri Wayang Punakawan

Menurut bahasa Punakawan berarti pelayan, di dunia wayang, dibedakan antara pelayan tokoh baik dan pelayan tokoh jahat. Pelayan tokoh baik diwakili oleh Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Mereka biasanya menemani, mengibur dan memberi nasehat bagi para kesatria dalam sebuah perjalanan. Dalam sebuah lakon (pementasan) wayang kulit, punawan biasanya dikeluarkan untuk sesi dagelan (lawakan) ditengah cerita. Tujuannya adalah memberikan istirahat sejenak agar para penonton tidak jenuh (maklum pementasan wayang kulit biasanya semalam suntuk). Menurut cerita semar sebenarnya adalah dewa (atau mungkin orang suci) yang melindungi jawa, sedangkan petruk, gareng dan bagong adalah anak angkat dari Semar. Berikut adalah galeri dari para punakawan.

Pelayan tokoh jahat diwakili oleh Togog dan Sawarita. Togog yang merupakan saudara dari Semar tapi kebalikan dari, kalau semar menemani tokoh yang baik maka Togog menemani raksasa yang jahat. Togog selalu ditemani oleh Sarawita atau Bilung.

Tokoh pelayan lain adalah wayang dayang yaitu Cangik dan putrinya Limbuk.

Semoga Bermanfaat,

Dalang Bowie

& Komentar

  1. denda omnivora berkata,

    September 26, 2008 pada 9:46 pm

    keren!dan sangat berlebihan!!jangan pernah kalah!!!

  2. sam soemadipradja berkata,

    November 10, 2008 pada 10:22 am

    sarawita atau bilung bukan sawarita. di sunda disebut jaka tambilung. mungkin cerita2 seno gumira ajidarma: berpihak pada togog

  3. nariswari berkata,

    Februari 11, 2009 pada 12:24 pm

    kulo nuwun..saya tertarik dengan punokawan, tapi saya masih kesulitan memperoleh buku bergambar tentang punokawan.

    • bosangjay berkata,

      Februari 11, 2009 pada 1:05 pm

      Iya dahulu ada seri gambar punokawan karya Tatang S. Tapi sayang sekarang sudah tidak beredar lagi

  4. Yudi berkata,

    Februari 26, 2009 pada 3:13 am

    Cool…… Hidupkan Dunia Perwayangan di Negri kita yang Tercinta ini,,,

  5. vina berkata,

    Maret 9, 2009 pada 3:37 am

    askum..,
    saya copy y..,
    buad tugas etika jawa..,
    makaciih..,
    ^_^

  6. june berkata,

    Maret 16, 2009 pada 11:13 am

    ijin unduh batara Semarnya ya Mas…….

  7. kumara berkata,

    April 1, 2009 pada 8:47 am

    Ass
    1.Mas Bisa Direkomendasi Buku yg lumayan lengkap dasar-dasar cerita pewayangan. (judul, pengarang/penulis/penerbit).

    2. Salut Koleksi Gambar Wayangnya LEngkap.

    Terimakasih!
    Wss.

  8. lanceloth berkata,

    April 7, 2009 pada 7:16 am

    bagus…
    susah juga lho cari blog kya gini…

  9. trondolo berkata,

    Mei 22, 2009 pada 9:43 am

    saya senang tokoh mbilung dan togog dalam lakon-lakon yang saya tonton, mbilung dan togog adalah tokoh persona non grata. Biar mau omong apa juga gak pernah digubris oleh tuannya. persis jaman jaman sekarang. ya nggak ya nggak ya nggak…. ya udaaaaah

  10. AUN berkata,

    Mei 30, 2009 pada 9:09 am

    top markotop

  11. radenxxx berkata,

    Juni 25, 2009 pada 1:12 pm

    terima kasih,
    kaulo terinspirasi setelah melihat blog ini

  12. rahmat berkata,

    Agustus 15, 2009 pada 7:02 am

    hebat terus jaga seni tradisonal jawa!

  13. helmy berkata,

    Agustus 26, 2009 pada 11:08 am

    waduh.. ternyata togog itu tokoh jahat yaaa…. padahal nama panggilanku sejak kecil sampai sekarang (dewasa) ya “TOGOG” itu. diberbagai forum pun aku pake nama itu. alamat email juga. piye jal?


Tulis sebuah Komentar