PRABU SENTANU

Prabu Sentanu

Prabu Sentanu

Prabu Sentanu seorang raja di Hastinapura sebelum jaman Pandawa. la asal seorang pendeta dari negeri Talkanda, bergelar Resi. Prabu Sentanu seorang pemarah dan lekas naik darah. Pada waktu ia masih jadi pendeta di Talkanda ia ditinggal mati isterinya dan meninggalkan seorang anak bayi laki-laki bernama Dewabrata.
Karena itu Resi Sentanu meninggalkan negerinya, guna mencari seorang perempuan untuk menyusukan anaknya, sebab di negerinya tak ada seorang juga perempuan yang kuat menyusukan anaknya itu. Tetapi kepergian Sentanu itu sebenarnya adalah dengan niat akan -mencari lawan perang.
Setelah tiba di Hastinapura, anak Sentanu disusukan oleh permaisuri Prabu Palasara, yang sedang menyusui putranya juga, bernama Raden Abyasa. Kemudian dengan kekerasan Sentanu meminta permaisuri Hastinapurapura, Dewi Durgandini, akan jadi isterinya. Dengan seizin dewa terkabullah permintaannya itu. Maka Sentanu bertahta sebagai raja di Hastinapura.
Hal ini kalau ditilik dengan rasa lahir, titah Dewa itu tak adil, tetapi untuk Palasara malahan dapat diterimanya dengan tenang. Memang beginilah gambaran kesempurnaan rasa bathin, tak mudah diterima hanya dengan. pikiran yang mengenai duniawi saja.

BENTUK WAYANG

Prabu Sentanu bermata kedondongan, hidung dan mulut sembada, berkumis. Bermahkota topong, berjamang tiga susun. Sunting waderan, berpraba. Kain bentuk bokongan raja.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

About these ads

3 Komentar

  1. baguees baguess said,

    Mei 11, 2011 at 12:36 pm

    Jika berkenan mohon untuk menambahkan isi cerita,
    Menurut versi lain yaitu versi pagelaran kaset ringgit yang digelar oleh ki Dalang Kondang Narto Sabdo ingkang sampun suwargi, Ada esensi lain nilai etika peradaban. Yaitu bahwa Dewi setyowati adalah putri dari prabu Maswopati dari negeri Wirata, Walaupun sang dewi berparas cantik jelita namun menderita sakit yang berbau amis dan telah banyak para tabib dari negeri wirata mengobati sakitnya sang dewi namun tak kunjung sembuh. Atas petunjuk Dewa maka sang dewi menjalani pengasingan ke sungai yamuno untuk bertapa mencari kesembuhan penyakitnya. Dan singkatnya di sungai Yamuna itulah sang dewi bertemu dengan begawan Palasara dan di tangan sang Begawan itulah penyakit sang dewi sembuh. Karena sang dewi pernah berikrar di dalam hati siapa yang dapat menyembuhkan penyakitnya jika laki-laki maka sang dewi akan mengabdi sebagai istri. Sang Begawanpun jatuh cinta dengan sang dewi maka jadilah sang dewi menjadi istri Bagawan Palasara, setelah setahun menjadi istri sang bagawan maka lahirlah buah cinta kasihnya dikasih nama bambang Abiasa. Bayi yang masih merah itu pun di tinggalkan oleh sang dewi karena sang dewi kawatir jika sang raja wirata mengetahui akan menjadi aib kerajaan karena sebagai putri kerajaan sang dewi harus mengikuti adab kerajaan sedangkan secara adab belum dinikahkan oleh Raja Wirata, Sebelum berpisah sang dewi berpesan pada suaminya datanglah kenegeri wirata dengan mengendong bambang abiasa untuk mengikuti sayembara yang akan di gelar oleh sang dewi. Setelah dewi setyowati kembali ke negeri Wirata maka sang Raja Maswopati amat bersuka cita atas kembalinya putrinya yang telah sembuh dari sakit berbau amis sang dewi tetap merahasiakan tentang pertemuan dengan Begawan palasara dan kini menjadi suaminya. Maka sang raja mengadakan sayembara perang untuk memilih jodoh putrinya yang baru kembali. persyaratanya harus dapat mengalahkan pertarungan dengan senopati negeri Wirata. Sayembara telah terdengar ke berbagai pelosok negeri dan sampai juga ke Negeri Talkanda di tempat Prabu Sentanu bertahta, dan kebetulan sang prabu habis di tinggal mati oleh permaisurinya yaitu dewi Ganggo bidadari kahyangan dan di tinggalkan anak yang masih merah yang di berinama raden dewabrata kondisi hampir sama dengan putra begawan palasara yaitu bambang abiasa. Dan sang raja Sentanu hendak mengikuti sayembara di negeri wirata, namun karena saking cintanya dengan putranya raden dewabrata maka bayi yang masih merah itu di gendongnya ikut kenegri wirata. Nah kondisi inilah yang merupakan kehendak dewata, saat sang dewi saat berpisah dengan sang begawan palasara berpesan jika ke negeri wirata gendonglah sang jabang bayi abiasa untuk ikut ke wirata. hal ini memang dilakukan oleh begawan palasara namun kedatangannya ke negeri wirata duluan prabu sentanu.
    Dan dari kejauhan sang dewi mengira bahwa yang datang ikut sayembara adalah bagawan palasara. Maka gelar sayembara langsung di buka dan ternyata prabu santanu berhasil memenangkan sayembara. Setelah dekat maka sang dewi menjadi sedih karena ternyata yang berhasil memenangkan sayembara ternyata bukan kekasihnya yaitu bagawan palasara melainkan Prabu Santanu. Setelah sayembara usai barulah terlihat kedatangan sang bagawan palasara mengendong abiasa maka semakin pilu hati sang dewi yang ditunggu baru datang dan sayembara telah berakhir dan tidaklah mungkin untuk di ulang menyangkut kewibawaan kerajaan wirata dan akhirnya sang dewi tetap akan menjadi istri prabu santanu dengan minta tempo waktu beberapa tahun lamanya dan nantinya yang menggantikan raja harus putra dari dewi setyowati dan hal ini harus di diskusikan sendiri dengan raden dewabrata putra prabu santanu saat telah remaja hal inipun disetujui oleh prabu Santanu.

    Dengan kegagalan ini sang bagawan palasara kembali ke pertapan saptoargo dengan putranya bagawan abiasa terasa sangat sedih hati sang Begawan Palasara namun itulah kehendak dewata dan Bagawan Palasara yang hobi bertapa melanjutkan tapanya di wilayah gajahoya meminta angurah dewata agung setelah beberapa tahun lamanya bertapa ternyata dikabulkan oleh dewa indra di anugrahi sebuah kerajaan. Kerajaan yang baru terlahir yaitu negeri Gajahoya /Hastinapura yang masih kajiman gaib awalnya sekarang telah kasatwata anugrah dari dewa Indra lengkap dengan isi dan termasuk punggawa raja dan balatentara. Berbekal dari anugrah dewa indra inilah kemudian bagawan Palasara menjadi raja Hastinapura yang pertama, tidak diceritkan dengan jelas pertemuannya tetapi permaisurinya adalah ibunda abiasa yaitu dewi setyowati putri wirata hal ini terdengar sampai ke prabu santanu maka marahlah raja talkanda itu dan kemudian bersama putranya raden dewabrata datanglah prabu sentanu ke hastina menuntut janji kepada permaisuri raja Hastina yaitu sang dewi setyowati. Maka terjadilah pertarungan antara Prabu Palasara dan Prabu Sentanu memperebutkan dewi setyowati karena sama sama saktinya berhari hari ganti bulan belum ada tanda tanda ada yang menang maupun kalah dari pertempuran keduanya. Akhirnya dewata kahyangan utusan Girinata dari suroloyo yaitu batara narada dengan para dewa yang lain termasuk batara wisnu, batara Indra pun turun untuk melerai peperangan atas kehendak dewata bahwa prabu palasara harus menyerahkan dewi swtyowati untuk di peristri oleh prabu santanu. dan atas kehendak dewata jugalah prabu palasara harus menyerahkan kerajaan hastina kepada prabu santanu, ini ironis sekali seperti tidak adil dewata namun begitulah kehendak dewata maka prabu palasara kembali ke saptoargo menjadi begawan palasara dan dibawa pula putranya bambang abiasa.
    Dan pada akhirnya keturunan Abiasalah nantinya yang akan menjadi raja di negeri hastina yang berarti masih cucu bagawan palasara. Karena yang put
    Sekali lagi ini versi pagelaran terima kasih.

    • bambang Riyanto said,

      September 12, 2012 at 10:19 am

      Ibu tiri Dewa brata bukan dewi Setyowati melainkan Dewi Durgandini atau atau Dewi Lara Amis anak Prabu Basukethi Wiratha kakak R.Durgandana (raja Matswapati). sedangkan Dewi Setyawati adalah isteri Prabu Salyapati Raja Mandraka Waktu masih muda bernama Narasoma. Demikian kami luruskan

  2. agus sudrajat said,

    Juli 5, 2013 at 6:39 am

    terima kasih kepada bapak2 yang telah menulis cerita pewayangan ini sangat bermanfaat utk penggemar wayang, tetapi saya merasa bingung apakah sama nama Dewi Styowati atau Dewi Durgandini?? karena saya membaca dari tulisan2 yg lain bhw setyowati = durgandini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: