Halo semua,
Setelah lama saya tidak dapat menambah isi dari blog wayangku (karena kekurangan waktu dan bahan) saya memutuskan untuk membuka kesempatan kepada teman-teman yang ingin membagi ceritanya mengenai wayang (atau yang berhubungan dengan wayang) untuk menuliskan di blog ini.
Idealnya mungkin mengenai lakon lakon pewayangan yang sering dimainkan oleh dalang-dalang. Mungkin setelah menonton wayang, punya ide tulisan bisa ditulis disini.
Bagi yang ingin bergabung silahkan menuliskan emailnya di fasilitas komentar (komentar ini dimoderasi sehingga tidak akan terlihat) yang kemudian akan dijadikan salah satu author (penulis) dari blog ini.
Kemudian saya juga ingin mengundang teman-teman bergabung dengan group wayangku di facebook untuk membahas apa saja yang dapat diisi di blog wayangku.
Selamat bergabung.



tama berkata,
Agustus 29, 2009 pada 1:25 pm
Bagus nguri uri kabudayan
purwantara berkata,
Agustus 31, 2009 pada 3:16 pm
Mungkin Mas Prabu sudah /pernah ketemu dengan tulisan saya.namun saya sempat bingung dengan judul diatas sebab kesan yg terbaca masih sangat luas ,baiknya di bikin yg terfokus saja,Mas Prabu kasih topic kami yg sumbang tulisan.Tapi untuk sedikit menambah info tentang sekitar wayang saya ketengahkan masalah GAPIT WAYANG.Perlu di ketahui wayang yg telah disungging dan sudah jangkeb belumlah sempurna bila belum ada gapitnya,Lazim gapit wayang juga sering di sebut cempurit.Biasa di buat pakai penyu atau tanduk kerbau.Biasa terlihat ada gapit hitam dan gapit putih.Gapit hitam terbuat dari tanduk kerbau biasa atau tanduk warna hitam dan bila gapit putih terbuat dari tanduk kerbau bule.biasa di datangkan dari daerah kalimantan dan sulawesi.(sayang saya tdk siap dengan gambarnya).Proses pembuatannya mula2x tanduk di rebus dan setelah itu di belah sesuai dari ujung ke bongkotan.Setelah melalui proses di serut dan sebagainya akan tecipta satu gapit yg terukur dari besar kecilnya tanduk tadi.tinggal menyesuaikan kharacter wayang yg akan di beri gapit.dalam gapit sendiri ada pathokan 2x yg perlu di perhatikan contohnya di bawah tokoh/kharacter wayang di dahului dengan yg namanya GENOC/cekelan setelah itu PICISAN batas cekelan wayang bila diraba terasa tajam.wayang kharacter khususlah yg sering di beri gapit putih(pandawa,dewa,Raja2x,pokoknya yg khusus)setelah itu wayang klas kedua biasa di beri gapit hitam.Yang kedua cara memasang gapit,pertama2x gapit diolesi minyak kelapa kemudian di bengkokan sesuai lekukan yg di kehendaki dengan cara di panggang di atas api lentera .untuk wayang harjuna dabn yg sejenis di larang keras pada posisi badan dilobangi untuk dikasih tali.(kurang etik) tdk hanya Harjuna asal tokoh yg tdk pakai Badhong,ulur2x,jangan di ksh tali di posisi badannya.Cara menalinya pakai jaru trus di benang yg rapi.Trus untuk tudhing/Pengerak tangan wayang rata2x di buat dari penyu juga,tapi yg banyak di buat dari bambu.Untuk wayang wondho Braholo sekarang untuk genoc biasa di sambung pakai kayu yg di bubut .demikian sekelumit tentang gapit wayang.
Cahyo Wirawan berkata,
Oktober 18, 2009 pada 7:54 am
Seneng banget nemu tempat ini. Sudah lama kangen dengan hal hal berbau wayang. Sayang sekali budaya yang sangat cantik seperti ini seolah olah dilupakan oleh pemerintah. Semoga blog ini bisa lebih berkembang lagi. Salam kenal!