Gabung dengan wayangku

Halo semua,

Setelah lama saya tidak dapat menambah isi dari blog wayangku (karena kekurangan waktu dan bahan) saya memutuskan untuk membuka kesempatan kepada teman-teman yang ingin membagi ceritanya mengenai wayang (atau yang berhubungan dengan wayang) untuk menuliskan di blog ini.

Idealnya mungkin mengenai lakon lakon pewayangan yang sering dimainkan oleh dalang-dalang. Mungkin setelah menonton wayang, punya ide tulisan bisa ditulis disini.

Bagi yang ingin bergabung silahkan menuliskan emailnya di fasilitas komentar (komentar ini dimoderasi sehingga tidak akan terlihat) yang kemudian akan dijadikan salah satu author (penulis) dari blog ini.

Kemudian saya juga ingin mengundang teman-teman bergabung dengan group wayangku di facebook untuk membahas apa saja yang dapat diisi di blog wayangku.

Selamat bergabung.

Kayon, Pohon kehidupan

Gallery Kayon atau gunungan dari bermacam-macam daerah di Indonesia dan bermacam-macam jenis wayang. Sumber dari dGareng.

RADEN SURYAPUTRA

Raden Suryaputra

Raden Suryaputra

Raden Suryaputra adalah putera Dewi Kunti dengan Betara Surya, tetapi dengan kejadian yang gaib, sebab pada waktu Dewi Kunti masih gadis ia mempunyai ilmu dari seorang pendeta Begawan Druwasa. Ilmu itu tak boleh dirapal ia sedang kena sinar matahari. Tetapi Dewi Kunti lengah, ia melangar pantangan itu, maka hamillah puteri itu. Oleh pertolongan dan kesaktian Begawan Druwasa, bayi dalam kandungan itu dapat dikeluarkan dari telinga (telinga bahasa Kawinya: Karna), dan setelah anak itu dewasa bernama Karna juga. Konon waktu dilahirkan di kedua telinganya terselip sepasang anting-anting.
Oleh banyak orang kemudian ia dianggap sebagai anak tak berbapa, karena itu ia dibuang oleh neneknya di tepi samudra. Bayi itu kemudian ditemukan oleh seorang raja di negeri Pretaperlaya bernama Prabu Radea, dan kemudian diangkat anak dan bernama bernama Radeaputra. Karena Karna juga anak angkat Betara Surya maka ia bernama juga Suryaputra.
Walaupun Karna saudara tertua Pandawa, tetapi ia tak berpihak pada saudara-saudaranya itu, malah ia memihak kepada kerajaan HHastinapura, yang rajanya terhitung saudara misannya. Karna berbuat demikian karena dia merasa disia-siakan oleh orang tuanya pada waktu masih bayi. Hingga Baratayudha Karna tetap memandang Pandawa sebagai musuh yang mutlak. Dalam Baratayudha Karna berperang tanding dengan Arjuna hingga tewas, menepati kesetiaannya pada kerajaan Hastinapura.
Dalam suatu kisah diceritakan, ketika mendekati pecahnya perang Baratayudha, Dewi Kunti datang kepada Karna, teringat bahwa Karna puteranya juga, dan saudara Pandawa. Kata Dewi Kunti: “Hai anakku, sebaiknya kamu bersatu dengan Pandawa, ingatlah Pandawa itu saudaramu”.
Dijawab oleh Karna: “Wahai ibu, hamba tak dapat mengikuti sabda ibu, ingatlah ibu waktu hamba masih kecil ibu sia-siakan, dibuanglah diri hamba hingga meninggalkan sambungan darah hamba pada keluarga. Sekarang hamba dapat kemuliaan dari usaha hamba sendiri, yanganlah ibu membujuk hamba berkumpul dengan Pandawa dan meninggalkan Hastinapura, Pandawa tetap musuh hamba”.

BENTUK WAYANG

Suryaputra bermata jaitan, hidung mancung, muka agak mendongak. Sanggul kadal-menek, berjamang dan sunting sekar kluwih. Berkalung ulur-ulur, bergelang, berpontoh dan berkeroncong.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

Wayang dari daerah Asia

Berjalan-jalan pada hari sabtu kemarin, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah pameran kecil di daerah 5eme di Paris. Dikatakan kecil, karena sebenarnya tempat pameran tersebut adalah sebuah agen tourisme dan perjalanan. Mereka sengaja meminjam koleksi Eric Meslay seorang koleksioner boneka boneka asia baik dari India, China, Thailand, Malaysia dan tentu saja Indonesia. Mungkin belum banyak yang tahu kalau ternyata budaya wayang (boneka bayang) ini juga tersebar didaerah diluar Indonesia.

Berikut beberapa hasil foto yang diambil di pameran tersebut :

Artikel mengenai masing-masing wayang akan saya hadirkan setelah mendapatkan foto yang berkualitas lebih baik lagi.

Sampai artikel selanjutnya.

Galeri Wayang Ramayana

Untuk menambah koleksi wayang yang sudah ada, berikut adalah galeri wayang kulit ramayana.

« Entri lama