Gabung dengan Wayangku

Halo semua,

Setelah lama saya tidak dapat menambah isi dari blog wayangku (karena kekurangan waktu dan bahan) saya memutuskan untuk membuka kesempatan kepada teman-teman yang ingin membagi ceritanya mengenai wayang (atau yang berhubungan dengan wayang) untuk menuliskan di blog ini.

Idealnya mungkin mengenai lakon lakon pewayangan yang sering dimainkan oleh dalang-dalang. Mungkin setelah menonton wayang, punya ide tulisan bisa ditulis disini.

Bagi yang ingin bergabung silahkan menuliskan emailnya di fasilitas komentar (komentar ini dimoderasi sehingga tidak akan terlihat) yang kemudian akan dijadikan salah satu author (penulis) dari blog ini.

Kemudian saya juga ingin mengundang teman-teman bergabung dengan group wayangku di facebook untuk membahas apa saja yang dapat diisi di blog wayangku.

Selamat bergabung.

93 Komentar

  1. radhitya qurbany said,

    Agustus 18, 2009 at 9:11 pm

    saya ingin mengetahui siapa saja tokoh buta ijo yang jahat beserta cerita tentang karakter dirinya. terima kasih banyak..

  2. Tata said,

    Agustus 27, 2009 at 8:30 am

    Waduhh… saya senang sekali lho wkt baca2 site Bpk. Toubb bangett. Bisa utk baca2 nambah2 pengetahuan.

  3. yunan said,

    September 5, 2009 at 6:09 pm

    Saya termasuk pribadi yang baru mengenal wayang.Belum lama ini, saya membeli buku the darkness of gatot kaca.
    Yang menjadi tanda tanya besar bagi saya, kenapa antareja tidak ikut dalam perang di kurusetra ???

    • bosangjay said,

      September 5, 2009 at 9:01 pm

      Jawabannya, karena antareja mempunyai senjata yang sangat sangat berbahaya, yaitu dapat membunuh lawan dengan hanya menjilat jejak kaki lawan (kalau dia ikut perang nggak rame dong :p). Hal ini diketahui oleh kresna, padahal perang di kurusetra (bharatayudha) bukan sekedar menang dan kalah dimata kresna, ini adalah sebuah simbol perjuangan manusia dalam perang antara yang baik dan jahat. Simbol-simbol inilah yang nanti akan tetap dikenang oleh manusia, demi hal inilah antareja tidak diikutkan.

      Semoga bisa membantu

      • Purwantara said,

        September 8, 2009 at 2:59 am

        Tepatnya begini “Berdasar versi Purwo Kondho,Lewat Kanjeng Mas Tumenggung Timbul Cermo Manggolo,Dalam lakon Kresno gugah,Tatkala Prabu Kresno Ngroggo sukmo naik ke kaywangan Jong giri saloka,Di sana baru terjadi sidang para Dewa membahas skenario bharata Yudha,Setelah semua darah Bharata plus negara pembela sudah di jodohkan musuh satu persatu,Tinggalah Raden Hanontorejo dan prabu Bolodewo,Diskusi menarik antara Ywang Jagat Noto dan Ywang Bathoro Narodho.Dua orang ini sebanding dari sisi kekuatan namun karena andalan kekuatan tidak satu kontek,Prabu Bolodewo dengan Senjoto Nanggolo dan Raden Hanontorejo dengan Upas Mrayang ,Upas Onto dan Upas Penganten tentu lebih mudah Raden Hanontorejo membunuh Prabu Bolodewo.Tetapi ketika para dewa setuju dengan hal ini dan Bathoro Panyarikan mau menulis di Jitabsoro/Kitab Bharata Yudha,Sang Lancheng Putih Jelmaan dari Prabu Kresno yg dari tadi sudah nguping perihal adon2x jago,Segera terbang menghondhol Kitab Bharata Yudha tadi,sehingga dewa bubar kalang kabut..Sudah menjadi suratan akhirnya dengan terpaksa tidak hanya Raden Hanontorejo saja yg harus mati diluar Bharata Yudha namun ada 3 satria pandhawa yg harus mati dahulu.Yaitu Raden Ontoseno,dan Raden Wisanggeni dan Raden Hanontorejo.Demi adilnya Bharata Yudha.Prabu Bolodewo sendiri kelak justeru yg melantik Prabu parikesit Jumeneng Noto di Hastina Pura,.(ingat dalam lakon Wahyu Makutho Romo,Prabu Bolodewo adalah yg berhasil di hinggapi Wahyu Yuwana Ningrat/lewat Mahkota Prabu Bathoro Romo(ini Versi Pedalangan Jawa)Yaitu dia akan berumur panjang.

      • Alex Lugiman said,

        Mei 27, 2010 at 5:22 am

        Menurut saya,… Inilah kejelian dan kejeniusan para empu kita dahulu.
        Antareja, Antasena, Wisanggeni adalah tokoh tambahan ciptaan mpu bangsa kita, tokoh2 tsb sebenarnya tidak ada pada kitab Asli MAHABARATA. dan hanya hadir pada lakon2 carangan.
        Khusus utk Lakon dlm Perang Bharata Yudha adalah asli dari MAHABARATA. Jadi bagaimana solusinya, udah kadung ditambahi tokoh..? begitulah jeniusnya mpu kita, mereka menghadirkan tokoh tambahan, dan kemudian menghilangkannya melalui sekenario cerita pula, serta dgn alasan dalam jitabsoro sdh ditentukan yg terlibat perang Baratayudha (Antareja ditipu kresna utk menjilat tapak kakinya sendiri, hingga tewas, dst…) dengan demikian tidak ditemukan tokoh carangan tadi ikut perang. Sementara Baladewa memang dlm naskah asli tdk ikut berperang krn disuruh Kresna bertapa di Grojogan Sewu, krn Kresna tidak rela kakak kandungnya berada di barisan ‘kejahatan’ yg akan di hancurkan. Baladewa akan sadar sewaktu air grojogan sewu berwarna merah dan bau anyir darah, saat BarataYudha sudah usai.
        Dengan demikian tokoh2 yg terlibat dalam Perang BARATA YUDHA akan sesuai naskah aslinya dari India.

  4. Yusuf Abdullah said,

    September 17, 2009 at 3:34 am

    saya pengen mngetahui asal musal tokoh-tokong punakawan, yang katanya sebelum berwujud semar,bagong, ptruk dan gareng mereka adalah para dewa yangsedang bertugas di dunia….kalau ada naskah atau cerita yang berkaitan dengan itu mohon saya dikasih info nya….

    • bosangjay said,

      September 19, 2009 at 7:37 pm

      Mungkin sebagian bisa dicari di website ini

    • Lugiman Alex said,

      Februari 3, 2012 at 3:49 am

      Coba anda lihat di buku “DAKWAH WALI SONGO”

  5. Dody YW said,

    September 19, 2009 at 10:27 am

    Habis baca buku Barata Yudha dari Balai Pusaka, kok katanya Bisma nikah sama Ambika ya? Jadi pusing nih… Biasanya yg saya tahu, Amba yg jatuh cinta dg Bisma dan tidak sampai nikah.

    • bosangjay said,

      September 19, 2009 at 7:36 pm

      Bisma berjanji untuk tidak menikah selama hidupnya, Amba (sepertinya bukan Ambika) yang mencintai Bisma tidak bisa menerima.

  6. Rama Ganesha said,

    September 28, 2009 at 3:48 am

    apa ciri khas setiap karakter dalam wayang yg mutlak ada dalam seni menggambar wayang sehingga menjadi benang merah dalam membedakan tiap-tiap tokoh yang ada, sama halnya dalam kayon apa ciri khusus yg membedakan kayon-kayon yang ada. karena saya sangat tertarik dengan gaya menggambar wayang warisan leluhur. terima kasih

  7. mustangin said,

    Oktober 6, 2009 at 5:48 am

    nuwun sewu, manawi kepareng badhe nderek gabung kalian sedherek-sedherek sutresno wayang purwo. Kawulo lare wonogiri. Nuwun.

  8. Oktober 9, 2009 at 6:53 pm

    salam kenal ,kisah dewa ruci itu memuat makna yg dalam .perjalanan bima masuk kedalam laut.dapa akirnya kutemu dewa ruci. yang saya tanyakan apakah itu konsep manunggale kawulo gusti?

  9. Iskandar said,

    Oktober 19, 2009 at 12:00 am

    Yth.Para sutresna Wayang

    Saya mengenal wayang sejak masa kanak-kanak, suka membaca buku-buku wayang dan juga nonton wayang. Saat SMA saya membaca buku Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka 1965, karangan Hardjowirogo. Saya ingin memiliki buku tersebut, untuk koleksi buku wayang, namun sayang sekali sampai saat ini saya belum menemukan, baik di toko buku maupun pasar loak. Sekiranya di antara para pecinta wayang memiliki, mohon untuk bisa membantu saya dengan cara mengcopykan, syukur ada yang masih memiliki buku tersebut. Saya bersedia mengganti dengan trasnfer.
    Terima kasih atas perhatiannya.

  10. dewi said,

    Oktober 31, 2009 at 3:45 am

    warna nua kurang menarik

  11. Iskandar said,

    November 4, 2009 at 12:13 am

    Mas Bosangjay,
    Bisa membantu saya dengan tulisan saya diatas?
    Terima kasih banyak.

    Salam.

  12. ullie said,

    November 5, 2009 at 4:50 am

    mas , crew disini ( lembaga kerukunna Adat Rasa Sejati ) support tetang kebudayaan dan ada , jadi , kami juga minta tolong info lebih jauh tentang budaya jawa dan wayang secara khusus …

    thks
    ullie

  13. purwantara said,

    November 7, 2009 at 5:24 pm

    Buat saudara Rama Ghanesa.Mengambar wayang sendiri mesti mengetahui dasar dari trah pewayangan maksud saya begini.Setiap wayang kalau anda perhatikan akan ketemu bentuk baku dalam Wandhan/Wajah atau pasemon wayang tersebut karena wayang sendiri menganut sistem trah dalam keturunanya.jadi wayang akan menurunkan pola wajah pada setiap generas.Contoh Bathoro Bayu merupakan guru dari R Werkudoro.dan secara keturunan Bathoro Bayu pernah di minta Pr Pandu untuk memberkahi Bayi dalam kandungan Dewi Kunthi.maka wajah Wandhan R Werkudoro sama persis dengan Bethoro Bayu.Dan banyak akan anda jumpai dalam wajah wayang yg mirip.baik sebagai wayang baku atau wayang simpingan.Contoh lain Bethoro Bromo akan sama dengan wajah pr Bolo Dewo.Wisnu dengan Sri Kresno,dll.Selanjutnya masi dalam Wondho.Sering di jumpai wayang rai/wajah kuning,hitam,wajah hitam kulit badan kuning.itu semua ada pathokannya.Contoh Kresno tidak akan di pakai tatkala dia sedang jadi raja baku/ contoh pasowanan di Dworowati.Karena yg akan di pakai adalah wayang kratom wajah hitam kulit tubuh kuning.Jadi dalam mengambar mesti paham dahulu pranoto 2x wayang yg bisa kita bantu dgn korespondensi mail ini.trims

    • Rama Ganesha said,

      November 8, 2009 at 6:51 pm

      Terima kasih saudara Purwantara mail anda sangat membantu, mungkin langkah awal yg perlu saya lakukan adalah mengumpulkan gambar tokoh wayang yang dikerjakan oleh orang2 yang berbeda dan mulai mencermati persamaan yang terdapat di dalamnya, sambil mencari tahu pranoto pranoto wayang itu apa. sekali lagi terima kasih dan jika ada masukan link2 apa yg bisa membantu saya dalam mempelajari saya sangat berterima kasih.

  14. heru prasetyo said,

    Desember 7, 2009 at 9:11 am

    asalamulaikum
    untuk saat ini saya berusaha untuk mencari segala artikel yangberhubungan dengan cerita begawan ciptaning atau begawan mintaraga.
    karnea pada saat ini saya berusaha menjadikan serat begawan ciptaning menjadi bahan dari skripsi saya . .
    makasie mas untuk pengetahuannya…

  15. Desember 21, 2009 at 6:09 am

    Tokoh Antareja, Antasena dan Wisanggeni tidak dijumpai dalam Perang BHARATAYUDHA, menurut logika saya adalah,
    Ketiga tokoh tsb memang tidak terdapat dalam kitab asli MAHABHARATA,
    adalah merupakan ciptaan Pujangga kita sendiri, atas kejelian dan kecerdasan Pujangga kita, barang kali untuk memperkaya lakon2 yg ada. Sehingga banyak lakon2 yg bagus dan rame (dikenal dengan lakon carangan)
    Karena alur Cerita PERANG BHARATAYUDA harus ditampilkan sesuai yg ada pada Kitab Mahabharata, maka dengan jelinya pula pujangga kita menciptakan skenario cerita tentang kematian tiga tokoh tadi. Antareja menjilat tapak kakinya sendiri hingga tewas, atas suruhan Kresna. Begitu juga dengan Antareja dan Wisanggenai dgn kisah lain muksa, sehingga tidak ada dijumpai dlm perang BHARATA YUDHA. krn ketiganya tdk mempunyai musuh tandingan.
    perang BHARATA YUDHA adalah perang Suci, kemenangan dan kematian tiap tokoh ada sangkut pautnya dengan “Ngunduh Woh ing Pakarti” dan “Nyahur Hutang”, Antareja, Antasena dan Wisanggeni tidak ada terkait dgn hal itu.
    Semua kematian dalam perang Bharatayudha sudah jelas merupakan “Karma” .. siapa yang menanam maka akan menuai.
    Bisma gugur ditangan Srikandi (Wanita), terbalas krn sewaktu mudanya Bisma membunuh Istrinya (Wanita) walau dlm keadaan hampir tidak disengaja.
    SALYA yg semasa mudanya nekat berani membunuh mertuanya karena malu bermertuakan raksasa, terbalas dengan beraninya KARNA sebagai menantu yg menjadikan nya sebagi seorang Kusir. Hingga terjadi hal ganjil :Mertua menjadi sopir Menantu. selanjutnya SALYA tewas ditangan Yudhistira yg telah disusupi arwah mertua SALYA bernama begawan BAGASPATI (Saat Bagaspati gugur dahulu, telah berjanji akan membalas kematiannya)
    Semua kematian ada kaitannya dengan masa lalu.
    Kesimpulannya, dengan jelinya Pujangga menciptakan Tokoh Antareja, Antasena dan Wisanggeni,… juga dengan jelinya Pujangga menghilangkan ketiga tokoh itu dengan skenario cerita yang masuk di akal.
    Sehingga jadilah Sekenario PERANG MAHABHARATA sesuai aslinya,……

    Pem.Siantar, Desember 2009
    Lugiman Alex
    Putro Jowo kelahiran Tlatah mBatak

    Horasssss,….. Horaassss, hita ma sasudena,…..

  16. Desember 21, 2009 at 6:12 am

    Tokoh Antareja, Antasena dan Wisanggeni tidak dijumpai dalam Perang BHARATAYUDHA, menurut logika saya adalah,
    Ketiga tokoh tsb memang tidak terdapat dalam kitab asli MAHABHARATA,
    adalah merupakan ciptaan Pujangga kita sendiri, atas kejelian dan kecerdasan Pujangga kita, barang kali untuk memperkaya lakon2 yg ada. Sehingga banyak lakon2 yg bagus dan rame (dikenal dengan lakon carangan)
    Karena alur Cerita PERANG BHARATAYUDA harus ditampilkan sesuai yg ada pada Kitab Mahabharata, maka dengan jelinya pula pujangga kita menciptakan skenario cerita tentang kematian tiga tokoh tadi. Antareja menjilat tapak kakinya sendiri hingga tewas, atas suruhan Kresna. Begitu juga dengan Antareja dan Wisanggenai dgn kisah lain muksa, sehingga tidak ada dijumpai dlm perang BHARATA YUDHA. krn ketiganya tdk mempunyai musuh tandingan.
    perang BHARATA YUDHA adalah perang Suci, kemenangan dan kematian tiap tokoh ada sangkut pautnya dengan “Ngunduh Woh ing Pakarti” dan “Nyahur Hutang”, Antareja, Antasena dan Wisanggeni tidak ada terkait dgn hal itu.
    Semua kematian dalam perang Bharatayudha sudah jelas merupakan “Karma” .. siapa yang menanam maka akan menuai.
    Bisma gugur ditangan Srikandi (Wanita), terbalas krn sewaktu mudanya Bisma membunuh Istrinya (Wanita) walau dlm keadaan hampir tidak disengaja.
    SALYA yg semasa mudanya nekat berani membunuh mertuanya karena malu bermertuakan raksasa, terbalas dengan beraninya KARNA sebagai menantu yg menjadikan nya sebagi seorang Kusir. Hingga terjadi hal ganjil :Mertua menjadi sopir Menantu. selanjutnya SALYA tewas ditangan Yudhistira yg telah disusupi arwah mertua SALYA bernama begawan BAGASPATI (Saat Bagaspati gugur dahulu, telah berjanji akan membalas kematiannya)
    Semua kematian ada kaitannya dengan masa lalu.
    Kesimpulannya, dengan jelinya Pujangga menciptakan Tokoh Antareja, Antasena dan Wisanggeni,… juga dengan jelinya Pujangga menghilangkan ketiga tokoh itu dengan skenario cerita yang masuk di akal.
    Sehingga jadilah Sekenario PERANG MAHABHARATA sesuai aslinya,……

    Pem.Siantar, Desember 2009
    Lugiman Alex
    Putro Jowo kelahiran Tlatah mBatak

    Horasssss,….. Horaassss, hita ma sasudena,…

  17. slamet said,

    Januari 9, 2010 at 1:18 pm

    saya sebenarnya menyesal, kenapa baru sekarang saya suka wayang, padahal dari kecil saya sering diajak nonton wayang kulit, setelah beberapa kejadian wayang di tahun-tahun kemarin, saya jadi ingin melestarikan budaya jawa, minimal mencintai dan menikmatinya saja. apa yang harus saya ketahui tentang wayang?bagi pemula seperti saya. mungkin ceritanya, tokoh2nya, sejarah atau apanya menurut bapak. terima kasih atas jawabannya, semoga terus berlanjut

  18. aris manto said,

    Januari 16, 2010 at 2:25 pm

    blog meniko jumbuh kalian poro sederek ingkang badhe nguri2 budaya jawi,,khususipun wayang,,suwunn..sugeng tepang kulo lare kali cing cing ngguling,,

  19. Saniman el-Qudsie said,

    Januari 25, 2010 at 1:17 pm

    Sejak kecil saya sudah menyenangi wayang. Sampai kalau ada pertunjukan wayang, saya, bersama dengan temanku, pasti melihatnya semalam suntuk. Waktu dulu, ada komik dengan serial Ramayana dan Bharatuda. Dan juga ada gambar wayang dengan ukuran kecil. Satu lembar dengan jumlah 100 gambar wayang. Gambar-gambar tersebut sudah tidak ada. Saya berharap (entah kepada siapa saya berharap) hadir komik wayang atau gambar-gambar wayang. Sekarang banyak gambar-gambar kartun dari negeri Jepang. Sehingga gambar-gambar dari negeri kita sendiri tidak dikenal oleh anak-anak bangsa, yang notabene penerus budaya yang Adiluhung.

  20. sri ruswanti said,

    Maret 17, 2010 at 1:28 pm

    terimakasih aku mau gabung, maaf aku belum buat blog

  21. yosua said,

    April 1, 2010 at 11:17 am

    saya masih kanak kanak boleh gak ikut grup

  22. yeni said,

    April 4, 2010 at 3:47 pm

    saya mau gbung. .
    :D

  23. diaz said,

    April 11, 2010 at 8:54 pm

    sukses buat wayang kulit

  24. sadi efandi said,

    April 13, 2010 at 8:54 am

    halo,,,,bole gabung ya,saya juga suka dengan wayang kulit, gini lo,saya pernah dengar wayang kulit di radio, kalau tidak salah nama lain dari ABIMANYU kan BAMBANG PENGALASAN,yang mau saya tanyakan kenapa lakon lahirnya ABIMANYU ada dua fersi? kebetulan dalangnya juga satu orang(ki ANOM SUROTO)ada yg lahirnya di hutan,tapi ada juga yang lahirnya di susui oleh WERKUDARA, saya mau ada yang bisa memberi penjelasan

  25. Agus Rivai said,

    April 16, 2010 at 5:25 pm

    saya pengemar wayang kulit… untung ada streaming jadi walaupun tidak dijawa tengah saya selalu mendengarkan wayang kulit…..

  26. susanto said,

    Mei 11, 2010 at 5:31 pm

    saya pernah bermimpi.. bertemu anak kecil yang mengaku anak bolodewo. terus saya tanya pada anak kecil itu siapa bolodewo dia menyebut nama saya ,pada saat itu saya belum mempunyai keturunan anak itu laki2 yang paling tangguh diantara teman2 sebayanyanya… pada saat itu saya tdak pernah tau siapa itu bolodewo.dan sampai saat ini saya saya cari terus apa sbenarnya mimpi saya itu dan saya ingin tau karakter tentang bolodewo tolong bagi teman teman yg tau tolong bagi informasinya.. sekarang sdah mempunyai anak laki2

    • Suharto said,

      November 29, 2011 at 8:56 am

      Bolodewo/Baladewa,waktu masih muda dia itu namanya Kokrosono, dia adalah putra Prabu Basudewa Raja Kerajaan Manduro, Bolodewo punya adik 2 wayang laki dan perempuan yaitu Noroyono dan Brotojoyo Kokrosono /Bolodewo sejak masih muda sudah suka sekali bertapa sehingga dia banyak sekali senjatanya al Nanggolo dan Alugoro . termasuk namanyapun banyak al : Kokrosono, Boloromo, Koloyudho, Kusumowalikito dll, dia sangat sakti, makanya dlm Baratayudha dia tdk ada lawan dan lagi2 ditipu Kresna utk bertapa
      di Grojokan 1000, itu mungkin sekilas klo ada kurangnya mohon dimaklum, krn cerita ttg Bolodewo suangat buanyak, suwun.

  27. mahadhika said,

    Mei 17, 2010 at 5:20 am

    ada yang punya gambar kamajaya dan ratih ga ya juragan….
    lagi butuhni..klo ada yang vector atau resolusi besar untuk bitmap..biar bisa divector lagi

  28. briyan said,

    Mei 17, 2010 at 2:44 pm

    Permisi, aku briyan mahasiswa semester 6 salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta.
    Aku suka mendesain, dan saat ini ingin mengikuti salah satu lomba yang diadakan oleh salah satu vendor kaos. Aku mempunyai ide dan konsep yaitu ingin mengangkat konten lokal khususnya dunia perwayangan. Apakah aku boleh menggambar ulang (tracing) dan memodifikasi (seperti menambah background) gambar2 wayang yang ada di sini? tentunya aku tidak akan merubah bentuk wayangnya sehingga merubah makna2 yang terkandung di dalamnya.
    terima kasih:)

    • bosangjay said,

      Mei 19, 2010 at 8:09 am

      Monggo, kalau bisa dibuat jadi vectorial gambarnya agar lebih mudah.

      • briyan said,

        Mei 26, 2010 at 10:08 am

        oke mas terima kasih bnyak, ya saya memang rencana mw buat jadi bentuk vector :)

  29. Alex Lugiman said,

    Mei 27, 2010 at 4:46 am

    Wayang sebagai barang seni hasil karya nenek moyang kita, yang bernilai seni sangat tinggi, kompleks (seni pahat/tatahan, seni lukis/sungging, seni music/gamelan pengiring, seni drama/pada lakon) dan mengandung falsafah hidup. haruslah bisa kita lestarikan.
    Prihatin kita tentunya melihat akhir-akhir ini wayang sudah kurang disukai, bahkan gak mengenal wayang oleh kaum muda,….
    Gimana upaya kita, agar wayang terus bisa bertahan utk generasi selanjutnya.
    Salut untuk WAYANG NEW yg udah ‘cawe-cawe’ berupaya utk agar wayang tetap lestari,……………..

    • Iskandar said,

      Februari 21, 2011 at 1:42 am

      Yth Alex,
      Salam kenal,
      Saya memiliki cara untuk memperkenalkan wayang kepada generasi setelah kita. Walaupun saya bukan seorang dalang, pertama; saya sering cerita pewayangan kepada anak-anak saya di setiap kesempatan dan juga pada saat saya harus bicara di depan banyak orang. Saya sisipkan cerita-cerita wayang sebagai ilustrasi tentang ketokohan yang dapat kita pakai sebagai teladan. Bagaimana keprawiraan Gatotkaca, ketulusan Puntadewa, kejujuran Bima dan seterusnya. Di samping itu saya kira perlu ada koleksi wayang di rumah. Ada beberapa wayang kulit, tapi karena harganya cukup mahal, yang lain saya bikin sendiri dari kardus kemudian saya warna.
      Paling tidak keluarga kita mengenal dulu kemudian orang lain.

  30. wima said,

    Juni 9, 2010 at 12:50 am

    dalam pewayangan apakah tokoh anggodo dan anggora itu ada ? kalau ada, apakah mereka saudara? (kakak , adik)

  31. wayang said,

    Juli 23, 2010 at 9:36 am

    salam kenal mas,

    absen dulu

    http://www.wayang.wordpress.com

  32. mesakh said,

    Agustus 30, 2010 at 4:40 am

    salam kenal,mas..
    apakah punya transcription wayang ttg Bharatayudha?

  33. September 1, 2010 at 2:01 am

    Salam kenal….Sebenarnya perlu sekali melestarikan kesenian wayang.Yukk,kita bikin kuis2 tentang pewayangan.Mngkn ini salah satu cara mengenalkan dunia wayang ke anak2 Indonesia.Mohon izinnya,bila Suatu saat saya mengutip sedikit,menjiplak,atau mengcopy – paste tulisan2 dan gambar2 yg ada di sini.Soalnya memang saya sendiri ini lagi berusaha untuk mencintai dan melestarikan budaya Indonesia.

  34. rizalihadi said,

    September 7, 2010 at 1:11 pm

    Derek ngangsu kawruh, Pak Dhe…

  35. ade ranu kumbolo said,

    Oktober 4, 2010 at 2:28 am

    assalamualaikum saudaraku,,.tolong dibantu ya,,.saya pengen mendalami sejarah wayang nih,,.tolong dibantu ya,,.trims

  36. Srahadi said,

    Oktober 19, 2010 at 8:44 am

    Salam kenal para kerabat.
    Refresh kembali dari cerita orang tua ttg wayang.
    Semoga bermanfaat bagi semuanya khususnya saya.

    Saya pernah diberitahu ttg karakter manusia dari pewayangan (dari lahir/weton/dsb) tapi sayangnya, saya belum sempet tau semuanya.
    Semoga dari para kerabat ada yg kasi referensi.

  37. Tia said,

    Oktober 19, 2010 at 11:13 am

    Ikutan gabung donk ! Ak tertarik dng wayang kulit krng wayang adlh salh 1 peningalan bngs indo yg hampir punah. Jd dng adanya web nie kita bs mengenal wayang kulit, eh . . . . .kalian jg pingin bngt tow jd grup kita ikutan ja!

  38. antok said,

    Desember 2, 2010 at 2:11 am

    saya sangat senang menemukan web bapak. Saya sangat suka dengan wayang sejak kecil dari kakek buyut saya. Semoga wayang makin jaya

  39. mamok said,

    Desember 24, 2010 at 2:21 am

    blog iki apik tenan.. insya Allah barokah..amin.top top top

  40. achmad chusanudin said,

    Desember 26, 2010 at 9:30 pm

    wayang, hidup wayang….
    bangkit lah wayang indonesia….

  41. maryono said,

    Januari 27, 2011 at 3:43 am

    Salam kenal. Saya berminat mengikuti perkembangan tulisan mengenai wayang. Mohon berbagi ke email dan/atau web. Terima kasih.

  42. acai palgunadi said,

    Januari 30, 2011 at 4:14 am

    wayang golek wayang kulit = top abis

  43. Surono said,

    Februari 18, 2011 at 5:12 am

    Konon Simbah cerita begini: “Kau tau le? ” Abimanya, itu anak siapa?”.
    Jawabku”Anak Arjuna, Mbah”
    “Salah” jawab Simbah. ” Yang Benar Anak Wrekudoro, sebab begini ceritanya”
    Sewaktu Lomba membuat Sungai Yang menembus sampai kesamudra kurawa sudah mulai lebih dahulu dengan membuat kali Ceng-ceng goling padahal jumlah mereka seratus orang sudah tentu kurawa lah yang akan cepat selesai lebih dahulu. namun saat kurawa hampir selasai ternyata Pendawa bulum mulai sama sekali, paniklah Kresna, akhirnya dicarilah bima .” EEee ternyata kau disini Dimas Brotoseno!Apakah kau tidak menyadari bahwa kurawa hampir selesai mebuat sungai tetapi Pendawa belum sama mulai sama sekali dan dimas enak-enak bermain layang layang”
    ” aduh aku sampai lupa kanda kresna, maaf, dan aku mohon saran dan petunjukmu, kanda” jawab Bratasena. Sesaat Kresna Mengheningkan cipta
    Kresna pun berbisik kepada R. Bratasena. dan kemudaian adiknya wara Sumbadra dipanggilnya diminta menarik Bratasena dan karena medan bayak penghalang dan batu batuan tersingkaplah kain Wara Sumbadra danbersamaan dengan itu pula jadilah sungai serayu dan tanpa diketahui hamilah wara sumbadra

  44. audrey said,

    Maret 15, 2011 at 6:15 pm

    hebat…

  45. achmad chusanudin said,

    April 19, 2011 at 4:03 am

    kalo ada pagelaran wayang…. kasih tahu ya…
    ke 08567031XXX

  46. Mei 8, 2011 at 9:47 am

    hallo,
    saya monica semester 2 di UNS jurusan sastra daerah tahun 2011 ini
    blog ini sangat bermanfaat sekali. trimakasih atas infonya.

  47. yustinus said,

    Mei 19, 2011 at 9:34 am

    referensinya banyak…

  48. boim said,

    Mei 26, 2011 at 8:29 am

    Asswr.
    salam kenal para ‘sesepuh yg sdh lbh dulu gabung d’situs ini.
    saya s’orang anak muda yg ingin tahu m’enai wayang (all abou it).
    klo ada yg punya lakon cerita wayang “Bimo Ruci” bisa d’share k saya, klo ada dlm bentuk kaset (VCD or DVD) juga boleh. ntar saya ganti ongkos kirimx.

    ttd,

    BoiM

  49. Mei 29, 2011 at 1:20 am

    terimakasi atas semua infonya. ini sangat bermanfaat buat saya

  50. R. Slamet M said,

    Juni 3, 2011 at 8:22 am

    diperluas gerakannya saya dukung se-nusantara Cinta Wayangku..wayang kita semua

  51. luqman said,

    Juni 5, 2011 at 1:19 pm

    bagus

  52. agung said,

    September 27, 2011 at 11:23 pm

    semoga jaya perwayangan indonesia

  53. iwan said,

    Oktober 1, 2011 at 6:00 am

    tiba-tiba saja jatuh cinta sekonyong koder sama wayang…..

  54. hartiono widodo said,

    November 24, 2011 at 9:24 am

    Salam kenal, saya ingin gabung karena ingin mengenal tentang dunia pewayangan, apalagi sebagai orang jawa terasa malu karena buta masalah pewayangan. Terimakasih

  55. Suharto said,

    November 29, 2011 at 8:12 am

    ingin gambar macam2 wanda wayang gagrag Surakarta, yang berwarna ada tidak ya ?

  56. pakdepriyatno said,

    Desember 10, 2011 at 1:30 am

    wong jowo jo ilang jawane

  57. noenk wisnoentoro said,

    Desember 16, 2011 at 5:03 am

    ..Menarik ..
    Banyak hal yg dapat digali.
    Sejarah yg panjang …
    Salam Lestari

  58. tatatwinkle said,

    Desember 25, 2011 at 3:14 pm

    halo. aku suka wayang dan mau tahu ceritanya lebih banyak dan lengkap lagi. Ini e-mailku : tata_flowergirl@yahoo.com.au. Facebook : Dia Sebening Permata, Twitter : TataTwinkle.

  59. Jack Sawala said,

    Januari 16, 2012 at 2:08 am

    Luar bisa cara tetua-tetua kit mengajarkan kerifan lokal tanpa mengurangi isi dan bobot lakon dalam khasanah kitab Maha Barata untuk itu mari kita semua mencontoh dan merenunggi apa isi petuah yang tersimpan dalam karya – karya adiluhung Jawa

  60. arilana said,

    Februari 3, 2012 at 10:52 am

    Aku suka cerita wayang,tp aku kurang paham artty

  61. koko said,

    Februari 8, 2012 at 1:47 am

    enak tenan baca di blog ini
    matur nuwun

  62. Lugiman Alex said,

    Februari 22, 2012 at 5:34 am

    Ayo podo rame2 nguri-uri budoyo adilhung,….

  63. Februari 27, 2012 at 1:23 pm

    kerennn…
    suka sih cerita wayang tapi gk punya banyak bukunya..

  64. lazio yono said,

    April 4, 2012 at 10:11 am

    saya gemar menggambar dan melukis wayang di kanvas,,,tapi saya agak mengalami kesulitan dalam hal menyeimbangkan antara kaki dg bagian badan atau bagian pinggang ke atas,,,,adakah buku yang dapat menjelaskan anatomi wayang?…terima kasih

    • bosangjay said,

      April 5, 2012 at 8:49 pm

      Buku untuk menggambar wayang ya ? Coba lihat di buku Wayang kulit purwa gaya Yogyakarta: sebuah tinjauan tentang bentuk, ukiran karya Drs Sunarto

  65. April 4, 2012 at 10:12 am

    Saya jadi bisa nggambar wayang

  66. wina said,

    Mei 6, 2012 at 2:45 am

    Saat saya kecil, ada buku kisah Ramayana – Mahabharata karya R.A Kosasih…….. sayangnya buku-buku seperti itu sangat sulit didapat. kalaupun ada, harganya cukup mahal. Semoga akan muncul penulis-penulis muda yang dapat membantu melestarikan kisah pewayangan yang sesungguhnya sarat dengan nasihat.

  67. waruju said,

    Juni 26, 2012 at 5:42 pm

    nderek gabung, maturnuwun

  68. Senja said,

    Juni 28, 2012 at 6:12 am

    Salam kenal, saya mau tau siapa itu Lingsang Manunggal?
    saya dengar dia mempunyai ilmu mengeluarkan api dari badannya
    minta info nya ya mas-mas sekalian
    Terimakasih

  69. endang said,

    September 10, 2012 at 1:09 am

    Apa sih peran kokrosono dalam pewayangan?

  70. September 11, 2012 at 1:27 am

    wayangku milik indonesiaku
    jagalah karya seni milik indonesia……..

  71. moegi said,

    November 5, 2012 at 5:18 am

    tlong ajari saya menggambar wayang dunk

  72. kamal said,

    November 13, 2012 at 12:37 pm

    Keren… mau ikut gabung buat belajar sejarah nh… sukses selalu…

  73. Shera Suwu said,

    Januari 24, 2013 at 6:23 am

    Mohon informasinya apakah ada yang telah membuat software wayang? apakah bisa di share contact numbernya juga? Kami rencana ingin membuat suatu kegiatan yang mengundang pembuat software wayang tsb. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat membantu kelestarian wayang khususnya di generasi penerus. Terima kasih

  74. Sastrowijoyo said,

    Februari 1, 2013 at 8:30 am

    Ini cerita Prabu Baladewa:
    Baladewa pada masa mudanya bernama Kakrasana adalah putra Prabu Basudewa raja Mandura. Karena ancaman Kangsa, maka Kakrasana bersama dengan kedua adiknya yakni Narayana dan Bratajaya (perempuan) diungsikan di rumah suami istri, Antyagopa dan Sagopi di Kademangan Widarakandang. Kangsa mengancam akan membunuh ketiga anak Basudewa tersebut karena adipati Sengkapura itu menginginkan tahta Mandura. Kangsa adalah anak Dewi Mahera istri Basudewa yang diselingkuhi oleh Gurawangsa raja Sengkapura, dengan cara; raja raksasa itu menyamar sebagai Basudewa dan berhasil masuk ke istana.
    Dalam masa pengungsiannya itu, Kakrasana suka bertapa dan berguru kepada Batara Brahma di gunung Argasonya. Setelah dinyatakan lulus, Kakrasana diberi senjata Nanggala, berupa tombak yang matanya menyerupai mata bajak dan Alugara seperti tombak kecil dengan mata tajam di kedua sisinya. Kedua senjata itu menambah kesaktian Kakrasana. Kakrasana juga disebut Wasi Jaladara karena dia memiliki Aji Jaladara yang mampu terbang di udara dengan kecepatan tinggi. Wasi sebagai sebutan untuk pendeta muda. Sementara itu Narayana berguru kepada Begawan Padmanaba penjelmaan dewa Wisnu dan ia diberi senjata Cakrabaskara dan bunga Wijayakusuma.
    Kakrasana berwatak pemberani, jujur, adil dan mudah marah tetapi mudah pula reda amarahnya, setelah diredakan terutama oleh Narayana. Kakrasana sangat mencintai saudara-saudaranya, dia akan suka membantu apa saja, apabila saudara-saudaranya dalam kesulitan. Setelah dewasa dia memperistri Dewi Erawati putri Prabu Salya, raja Mandaraka. Ketika itu Erawati diculik oleh Kartapiyoga putra Prabu Kurandageni raja Tirtakadasar, sebuah negeri di dasar laut. Prabu Salya mengeluarkan sayembara yang berbunyi “Barang siapa yang dapat menemukan Erawati, kalau perempuan akan dijadikan saudaranya, bila laki-laki akan dijodohkan dengan putrinya itu”. Untuk menemukan Erawati itu cukup sulit, lalu dia dibantu oleh Permadi. Akhirnya Kakrasana mampu menemukan Erawati dan kemudian keduanya dijodohkan.
    Setelah Prabu Basudewa mangkat, tahta Mandura diserahkan kepada Kakrasana dengan gelar Prabu Baladewa, sebuah nama pemberian Batara Guru. Baladewa artinya prajurit atau balatentara dewa. Karena pernah Kakrasana membantu dewa untuk menyingkirkan musuh dewata yang sedang menyerang kayangan, tempat para dewa. Musuh itu adalah seekor gajah yang bernama Puspadenta. Ketika bertarung dengan gajah itu, Kakrasana sudah kehabisan tenaga, dililit dengan belalainya. Dalam kondisi kritis tersebut, Kakrasana dengan cekatan menarik (Jw: dibethot) lidah gajah itu dengan sekuat tenaga, gajah itu kesakitan dan rebah dan mengaku kalah. Akhirnya Puspadenta mengabdi kepada Kakrasana sebagai kendaraan pribadinya, apalagi setelah bertahta, gajah yang bisa terbang itu menjadi kebanggaannya. Dalam berbagai hal, raja titisan Batara Basuki, dewa keselamatan itu sering beda pendapat dengan Kresna, tetapi akhirnya mengalah dengan adiknya itu. Karena dia mengakui bahwa adiknya itu lebih cerdas dan bijaksana daripadanya.
    Biasanya seorang raja beristri lebih dari satu orang, tidak demikian halnya Baladewa, dia hanya memiliki istri Erawati seorang. Diceritakan bahwa dalam diri raja Mandura itu ada sukma Laksmana Widagda yang semula berada di tubuh Arjuna, tapi tidak betah karena Arjuna suka perempuan. Seperti diketahui bahwa Laksmana menjalani wadat (tidak kawin).
    Dalam perang Baratayuda Jayabinangun Prabu Baladewa sedianya akan berpihak pada Kurawa, dengan alasan supaya berimbang, karena Kresna sudah berpihak dengan Pandawa. Walaupun dia mengetahui bahwa Kurawa ada di pihak yang salah. Dalam rapat penyusunan skenario Baratayuda yang popular disebut Jitabsara, Kresna ngraga sukma (melepaskan nyawa dari raganya) kemudian berangkat ke kayangan mendengarkan rapat tersebut dengan menyamar sebagai Lanceng putih. Pada saat sampai pada penulisan Baladewa yang akan diperhadapkan dengan Antareja dalam Baratayuda, Lanceng putih segera menggagalkannya dengan menumpahkan tinta dewa Penyarikan, sehingga tidak tertulis di situ. Menurut perkiraan Kresna, apabila Baladewa maju dalam Baratayuda, perang menjadi tidak serem lagi, karena kakaknya itu sangat sakti sehingga tiada musuh yang mampu melawannya. Demikian juga raja Dwarawati itu tidak ingin menyaksikan akhir hidup kakaknya dalam Baratayuda di Tegal Kurusetra. Untuk mengelabuhi supaya Baladewa tidak ikut dalam perang, akhirnya Raja Mandura yang juga memiliki nama Balarama, Karsana, Alayuda dan Basukiyana itu diminta bertapa di Grojokansewu (Jawa: air terjun seribu) yang ditemani oleh anak Kresna yang bernama Setyaka, sampai batas waktu saat kuncup bunga tanjung yang di depan Baladewa mekar.
    Dalam waktu yang cukup lama bunga tanjung tak kunjung mekar, Baladewa mulai curiga, kemudian diamat-amati ternyata kuncup itu diikat dengan rambut, sehingga tak bakalan mekar dan lagi Baladewa telah mencium bau anyir air dari grojogan itu. Ternyata darah para prajurit yang menjadi korban dalam perang besar itu. Baladewa menjadi marah besar lalu melabrak ke Kurusetra, tempat Baratayuda berlangsung. Sesampainya di Kurusetra peperangan hampir selesai, Bima masih menyandang gadanya dan mencari Duryudana yang bersembunyi di sungai. Baladewa marah pada Kresna, tetapi oleh Kresna dihibur bahwa Baratayuda belum selesai. Masih tersisa pertandingan gada antara Bima dengan Duryudana. Dikatakan oleh Kresna: “Kebetulan keduanya murid Kanda Prabu dalam memainkan gada” Baladewa memang dikenal sebagai guru bermain gada Bima dan Duryudana, sehingga keduanya menjadi mampu memakai senjata gada yang ulung.
    Duryudana dikejar oleh Bima, dia takut dan sembunyi di rerimbunan sungai. Begitu mendengar suara Baladewa, maka semangat dan keberanian Duryudana menjadi bangkit kembali, sehingga ia berani keluar dari persembunyiannya. Perang gadapun antara Bima dan Duryudana dimulai dan Baladewa menjadi wasitnya. Duryudana roboh ketika kakinya dihantam gada oleh Bima. Baladewa marah kepada Bima karena dianggap curang dengan menghantam kaki musuhnya. Tetapi dikatakan oleh Kresna bahwa Baratayuda adalah perang antara kebaikan dan kejahatan, keutamaan dengan ketamakan.,Lagi-lagi Kresna yang mampu meredakan kemarahan Baladewa.
    Setelah Baratayuda, Baladewa masih sempat menyaksikan naik tahtanya Prabu Parikesit anak Abimanyu sebagai raja Astina dan dia sebagai penasehat raja dengan sebutan Begawan Curiganata. Baladewa berumur panjang, setelah dia mendengar kematian Kresna dia sangat sedih. Raja gagah perkasa itu, meninggal dalam usia lanjut dalam predikat Begawan Curiganata.

  75. afief said,

    Maret 3, 2013 at 2:03 pm

    Ass,salam kenal,
    Terus berjuang melestarikan wayang,karena banyak anak muda yang telah melupakan budaya mereka sendiri

  76. Herdias Hayyal Falahi 10 Th said,

    Juni 7, 2013 at 11:55 am

    Saya punya buku bentuk detail wayang dari mata sampai kutipan lakon

  77. nur khafid said,

    Juni 8, 2013 at 5:55 am

    saya suka wayang sejak kecil

  78. muhammad mu'am fahroni said,

    Oktober 22, 2013 at 5:09 pm

    kulo muhammad muam fahroni sangking jeporo slm knal

  79. thehoed said,

    Februari 13, 2014 at 4:16 am

    Tertarik akan Budaya Negeri Sendiri Terutama Wayang

  80. Februari 24, 2014 at 12:18 pm

    Saya sangat menyukai dan melestarikan seni budaya tradisi leluhur …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: