Berikut ini adalah sebutan yang digunakan dalam dunia pewayangan:
- Begawan adalah sebutan untuk seorang pendeta yang berasal dari raja yang meninggalkan kerajaan.
- Batara atau Betara adalah sebutan untuk tokoh wayang yang berjiwa Ketuhanan, dan merupakan titisan Dewa.
- Dahyang: sama dengan sebutan Pendeta.
- Dewa: sebutan untuk tokoh wayang yang berjiwa Ketuhanan.
- Dewi: sebutan untuk seorang puteri kerajaan atau sebutan untuk dewa perempuan
- Yanggan : sebutan rendahan dari tokoh Wasi.
- Resi : sebutan untuk seorang yang suci.
- Sang: awalan sebutan yang luhur.
- Pandita : sebutan seorang yang luhur jiwanya.
- Wara : sebutan seorang yang tersohor, baik laki-laki atau perempuan.
- Wasi sebutan seorang pendeta yang agak rendahan.
- Putut : sebutan seorang murid atau pelayan pendeta.
- Cekel: hamba seorang pendeta yang dianggap keluarga.
- Cantrik : hamba atau anak murid pendeta.
- Prabu : sebutan seorang raja.



Abdee berkata,
Juli 29, 2008 pada 11:58 am
Gelarnya perlu ditambahi:
Raden
Adipati
Tumenggung
Patih
apa lagi ya…
jttcugm berkata,
Juli 7, 2009 pada 8:02 am
graet post..!!lanjut terus Bro..!!
nap berkata,
Juli 8, 2009 pada 10:51 am
pokoe top lah,..
purwantara berkata,
September 3, 2009 pada 6:28 pm
perlu sebuah penulisan dengan istilah bahasa yang baik supaya pas/tepat seperti betara mestinya adalah BATHARA yangan mesti JEJANGGAN/Manguyu Jejanggan.Sedang Wasi adalah pandhita muda,bukan Pandhita Rendahan,Sebetulnya masalah Puthut,Sekhabat,cantrik,cekel,jejanggan itu semua mengacu pada anak murid di Pertapan namun fungsi yg laian daripada tugasnya.sdang Dewi secara nas adalah jodoh para Dewa/o untukputeri tetap anak raja tetapi kepatrapan/sinadhangan nama bukan pangkat.