Bila anda ingin mengetahui lebih jauh identitas tokoh wayang yang terdapat dalam galeri, silahkan letakan permintaan anda di komentar.
Bila anda ingin mengetahui lebih jauh identitas tokoh wayang yang terdapat dalam galeri, silahkan letakan permintaan anda di komentar.
Reksaning Akhid berkata,
Oktober 8, 2008 pada 6:05 am
Ditambah wayang yogya donk,,,,!
Luqman Nurhadi Arunanta berkata,
Oktober 8, 2008 pada 6:08 am
Koleksinya sngat brmanfaat,tp tmbah wayang berwarna dan wayang gaya yogya….
Thank’s
bosangjay berkata,
Oktober 9, 2008 pada 3:07 pm
Terimakasih untuk perhatiannya.
Waduh saya akan usahakan karena saya masih belum mempunyai sumber untuk wayang gaya yogya.
mamas86 berkata,
Oktober 24, 2008 pada 1:27 am
Boleh ga blog anda anda saya link…
Klo boleh nanti anda bisa berkunjung dulu ke blog saya…
bosangjay berkata,
Oktober 24, 2008 pada 8:07 am
Saya sudah lihat blog anda, berisi banyak artikel elektronik dan komputer. Untuk permintaan anda, silahkan saja, terimakasih juga untuk kunjungannya
andri berkata,
Desember 12, 2008 pada 7:32 am
pak,mantab koleksinya,kalo bisa yang ukuran besar pak,yang full color.
pesen juga pak,kalo boleh, wisanggeni, dan kalo ada ceritanya tentang wisanggeni tolong di share
bosangjay berkata,
Desember 12, 2008 pada 9:31 am
Halo, waduh kayaknya nggak ada wisanggeni di tempat saya, tapi saya akan usahakan ya
Herman Saksono berkata,
Desember 29, 2008 pada 3:29 pm
Terima kasih dokumentasi wayangnya.
Saya mau nanya, apakah ada gambar prajurit sabrangan geculan? Dulu ada di buku saya, tapi sekarang buku tsb tercecer entah ke mana. Kalau fotonya seperti ini:
http://www.deadzoom.com/member/wahdaniyat70/AuctionW021908/PrajuritGacul/PrajuritGacul01.JPG
Suwun.
bosangjay berkata,
Desember 30, 2008 pada 1:14 pm
Wah menarik sekali mengenai prajurit sabrangan geculan, tapi sayangnya saya tidak punya gambarnya
Herman Saksono berkata,
Januari 11, 2009 pada 8:36 am
Akhirnya saya menemukan gambar prajurit sabrangan geculan di sini:
http://www.foto-foto.com/awayang2/djajalawa_3032aa.jpg
Nama resminya adalah Gentong Lodhong.
sofian berkata,
Januari 14, 2009 pada 6:32 am
mas… gambarnya bagus2 dapet dari mana?
boleh gak kalo gambarnya saya cetak di kaos?
supaya kaos saya gambarnya unik dan beda hehehe…
bosangjay berkata,
Januari 14, 2009 pada 9:33 am
Wah ribet juga ini, gimana ya ? kalau untuk kepentingan pribadi sih boleh boleh saja. Tapi kalau untuk di bisnis kayanya nggak deh. Begitu saja.
Sofian berkata,
Januari 15, 2009 pada 5:43 am
wah.. pastinya buat pribadi dong… kalo buat bisnis jadi gak unik dan ekslusif lagi hehehehe…
thank’s yah.
Adiputra berkata,
Januari 17, 2009 pada 9:30 am
Mas… gambar-gambarnya bagus. Saya pengguna situs wikipedia Indonesia dengan nama pengguna M. Adiputra. Beberapa gambar akan saya muat di situs wikipedia Indonesia, dengan tanda “berhak cipta.” Terima kasih banyak, karena ilustrasi yang anda berikan akan membantu pengguna wikipedia dalam mencari info tentang tokoh wayang, sekaligus bisa melestarikan kisah pewayangan. Sekali lagi saya ucapkan, terima kasih.
abusajid berkata,
Januari 21, 2009 pada 2:57 am
bowie, apa kabar?
)
bagus banget ni koleksinya?
btw, ente sejak kapan main2 sama wayang beginian Bow? Perasaan dulu nggak deh ? (salah yach???
bosangjay berkata,
Januari 21, 2009 pada 7:14 pm
Halo kabar baik,
Iya emang sebetulnya penggemar wayang dari kecil, walaupun bahasa jawanya pas pasan, tapi bisa ngerti cerita wayang karena suka baca komik wayang karya RA Kosasih.
zaxi berkata,
Januari 23, 2009 pada 10:35 am
saya lagi ada kerjaan nyari wayang dewi kamaratih… but kata temenku kok gambarnya gak seperti gambaran ratih yang lemah lembut, cool… calm… ini komentar temenku :
1. posisi wajah terlalu keatas, katanya yg bener tuh menunduk.
2. kedua tangan ditengah, seperti sedang meng”hatur” bukan berkacak pinggang.
itu aja mas,… berhubung saya sangat membutuhkan dengan amat sangat sudilah kiranya temen2 ada yg sudi membantu dan kirim ke mail saya.
nuwun.
bosangjay berkata,
Januari 23, 2009 pada 1:00 pm
Untuk Zaxi,
Mungkin ini bisa menjawab :
1) Harus diingat bahwa di Indonesia sendiri wayang kulit terdapat beberapa gagrag (atau gaya). Kebetulan yang ditampilkan disini adalah gagrag solo. Mungkin yang punya teman anda gagragnya berbeda.
2) Untuk satu jenis wayang terdapat beberapa gambar juga untuk menggambarkan keadaan seperti marah, senang dan lain sebagainya.
Saya harap bisa membantu
zaxi berkata,
Januari 24, 2009 pada 1:48 am
terimakasih atas informasinya mas, tapi jika mas bosangjay punya gambar kamaratih yg saya maksud tolong dunk saya kasih.
saya udah coba nyari tapi gak ada yg full….
kebetulan saya lagi nyusun script tentang wayang yang menceritakan tokoh rama-shinta dan kamajaya-ratih.
mudah2an gambar dan infromasi wayang tidak terfokus ama solo aja, mungkin bisa ditambah dari daerah lain, misal jogja atau banyumas.
dan saya juga minta maaf jika ada gambar2 dan informasi yg ada di wordpress ini saya upload,
Sudarjanto berkata,
Februari 5, 2009 pada 10:02 am
Untuk melengkapi koleksi wayang saya telah mengumpulkan berbagai artikel wayang termasuk artikel anda mohon maaf juga saya koleksi dalam blog saya,hal ini saya maksudkan agar artikel tentang wayang bisa tersebar secara cepat dan dikenal oleh seluruh bangsa Indoneia.
Silahkan anda mempergunakan artikel di blog saya secara bebas untuk melengkapi pengembangan blog wayang anda untuk lebih lengkap lagi dengan gambar2 wayang ditempat saya yang lebih banyak
kami sangat mengharapkan kerjasama untuk melestarikan budaya wayang ini
Terima kasih
nariswari berkata,
Februari 11, 2009 pada 1:11 pm
kulo nuwun, mas bowie, di mana saya bisa memperoleh cerita-cerita punokawan?
matur nuwun
andikurnianto berkata,
Februari 18, 2009 pada 5:16 am
minta gambar wayang bawor atau bagong yang dari banyumas dunk
andikurnianto berkata,
Februari 18, 2009 pada 5:17 am
ada bawor ga cariin dunk
masdody berkata,
Februari 24, 2009 pada 2:58 pm
mas boleh minta gambar gunungan gak? kalo ada yang beda2 versi.
sebelumnya terima kasih.
salam
bosangjay berkata,
Februari 25, 2009 pada 1:11 pm
Halo gambar gunungan sudah tersedia di wayangku, silahkan dicari dengan fasilitas search
agamvip berkata,
Maret 11, 2009 pada 9:52 am
tolong dibuatkan nama-nama jurus sakti tokoh pewayangan yang terkenal juga senjata sakti nya
june berkata,
Maret 16, 2009 pada 11:17 am
mas…mbuk nyuwun tulung…
bikin walpaper gambar semar……
pengen pake wallpaper utl PC pke gambar semar…
thanks banget kalo berkenan.
mohon maaf kalo lancang nyuwun2
bosangjay berkata,
Maret 17, 2009 pada 9:14 am
Semar ya ? wah lihat dulu
Adi Gunawan berkata,
April 4, 2009 pada 2:55 am
mas,,,minta gambar gunungannya dong mas,,,
sedik berkata,
April 4, 2009 pada 12:43 pm
mas saya link do blog saya apakah diizinkan?!?!
terima kasih sebelumnya…
bosangjay berkata,
April 6, 2009 pada 7:04 pm
monggo
qodeer berkata,
April 4, 2009 pada 2:01 pm
mas, saya tertarik dengan siasat perang wayang, ada ga siasat perang bharatayuda…? saya sangat senang sekali jika bisa mendapatkan itu…terimakasih…
sabudi berkata,
April 13, 2009 pada 6:34 pm
salamkenal, mas, saya link ya blognya…
saya pernah ke kurukshetra, tempatnya perang mahabharata… disana dibangun panorama dan science centre, semacam museum tentang kisah2 perang dan benda2 sisa peninggalannya. Juga ke Jyotisar utk melihat Banyan Tree, sebuah pohon yg dipercaya sbg tempat krishna memberi wejangan kepada arjun sebelum perang yang menjadi awal lahirnya kitab Bhagwad Gita. Saya juga nyempatkan ke Mathura, tempat Kresna raja dwaraka lahir. Saya cari cerita tentang 4 tokoh punokawan ternyata disana tidak ada … jadi cuman di indonesia aja kali ya….
dusone berkata,
Mei 4, 2009 pada 8:45 am
salut salut salut
selamat berkarya, saya dukung anda
kangmasjuqi berkata,
Mei 12, 2009 pada 6:13 am
salam kenal mas..
hidup budaya jawa!
hidup budaya indonesia!
ratnadw berkata,
Mei 15, 2009 pada 3:18 am
wah tambah banyak yang visit n oke2 banget komentarnya!!!
sukses terus ya Mas buat sitenya!!!!! nanti aku bantu cari2 gambar wayang ala jogja, banyumasan, dll deh!
sip! BZ
sela djadoel berkata,
Juli 23, 2009 pada 3:14 am
tolong dong gambar para kurawa ditampilkan…
q mau koleksi gambarnya…
biar lengkap…
massbei berkata,
Agustus 7, 2009 pada 4:26 pm
klo bukan kita, siapa lagi yang menjaga dan mengembangkan budaya adiluhung nenek moyang..? saluut….! MAJU TERUS…!!
purwantara berkata,
Agustus 31, 2009 pada 6:14 pm
untuk beberapa kawan yg kebetulan mau cari character/tokoh wayang bahkan tokoh wayang kurawa yg 100 orang pun ada datang saja(kapan2x) di musium KEKAYON JL Wonosari ,kal Bangutapan ,bantul,Yogyakarta.tempat sangat terkenal koq pasti tidak akan kecewa.
666 berkata,
September 8, 2009 pada 8:21 am
Wall Paper Werkudhara ketika sedang membantai di padang kurusetra . . seting sore hari. . . kayanya keren tu mas…bikin yaaaa…
salam kenal by the way . . .
\m/
bosangjay berkata,
September 19, 2009 pada 7:38 pm
Membantai, aduh kok serem banget
Rafif berkata,
September 12, 2009 pada 5:59 am
mas…artikel tentang dlang2 dan acara pementasn wayang rutin ditampilakn juga dong… thx
Aryo Abimanyu berkata,
September 14, 2009 pada 2:48 pm
hallo mas..
wah saya sangat antusias dengan blog ini..saya merasa kecil lagi waktu dulu dilatih jadi dalang cilik..saya orang bantul jogjakarta mas..
saya mau minta dunk mas..gambare ABIMAYU ada ndak to?
trus saya cuma punya ide doank neh..kan lakon uda ada, senjata ada, strategi perang ada..BISA DICARIKAN TAHU MENGENAI “TEGAL KURUSETRA” NDAK MAS? TEMPAT PANDAWA LAN KURAWA TARUNG..bener ndak yach? cerita Brantayudha kan?
saderengipun matur nuwun..
purwantara berkata,
Oktober 9, 2009 pada 3:24 am
Buat mas Abimanyu,Tegal kurusetra,Atau sesetengah versi Jawa Alas Kuru Mandholo adalah masuk wilayahNegara Astina(Angrastino).Namun sesungguhnya Hutan tersebutadalah masuk wilayah Negara Mandharoko/Mondhoroko.Hanya karena kepandaian Patih Hariyo Sangkuni saja hutan tersebut bisa M ASUK MENJADI WILAYAH NEGARA ASTINA. dan karena Prabu Duryudono adalah menantu Prabu Salyontoko masalah tersebut tidak mencuat.Padang Kurusetro sendiri tidak ada keistimewaannya,Bila tempat tersebut tidak jadi medan laga Perang Bharata Yudha.trims.
rafif berkata,
Oktober 12, 2009 pada 7:22 am
mas, pada wayang prabu jungkungmardea kok pake gambar prabu salya?
rafif berkata,
Oktober 12, 2009 pada 7:25 am
terus malah kebalik sams gambarnya prabu jungkungmardea.
tolong direvisi thx.
Iskandar berkata,
Oktober 22, 2009 pada 12:38 am
Untuk mas Andri:
Wisanggeni adalah anak Arjuna dengan Dewi Dersenala putri Batara Brahma dari kayangan Argadahana (artinya Gunung-api). Pada waktu Arjuna bertapa menjadi seorang pendeta bernama Begawan Ciptaning atau Begawan Mintaraga, dia digoda oleh tujuh bidadari kahyangan, tapi godaan itu tidak berhasil dan Arjuna tetap melanjutkan tapanya. Bersamaan dengan itu di kahyangan Suralaya kedatangan Nirwatakawaca yang mengamuk, karena keinginannya mempersunting bidadari Dewi Supraba tidak dikabulkan dewa. Para dewa kalah, kemudian Batara Guru memerintahkan Batara Narada untuk mencari jago supaya dapat mengalahkan Nirwatakawaca. Sampailah Batara Narada di Indrakila, tempat pertapaannya Begawan Ciptaning.
Singkat cerita Begawan Ciptaning bisa mengalahkan raja raksasa tersebut dan Arjuna dihadiahi tujuh bidadari Dewi Supraba dkk, termasuk Dewi Dersenala. Dan menjadi raja di kahyangan Kaendran, raja para bidadari dengan gelar Prabu Katili. Dari bidadari inilah Dewi Dersenala melahirkan Wisanggeni.
Menjelang kelahiran Wisanggeni, Raja Dewasrani putra Batara Guru dengan Batari Uma, rewel minta dikawinkan dengan Dewi Dersenala. Para dewa tidak setuju terutama Narada, karena Dersenala sudah bersuamikan Arjuna, tetapi batara Guru meminta supaya Dersenala dikawinkan Dewasrani. Dersenalapun “kipa-kipa” (tidak mau) dikawinkan dengan Dewasrani, akhirnya Dersenala dimasukkan ke kawah Candradimuka. Kemudian oleh Sanghyang Wenang, Dersenala dikuatkan supaya tidak terbakar oleh api kawah dan di kawah itulah Raden Wisanggeni lahir.
Wisanggeni bertumbuh menjadi anak yang cerdas dan sakti seperti dewa. Ketika dia bertanya pada ibunya, mengapa ia lahir di kawah Candradimuka dan siapa bapaknya? Dersenala menceritakan apa adanya, lalu Wisanggeni melabrak kahyangan Suralaya. Semua dewa kalah, karena Wisanggeni diberi kekuatan istimewa oleh Sanghyang Wenang. Di antara anak-anak Pandawa, dialah yang paling sakti, bisa terbang, ambles bumi, hidup di air bahkan mengetahui pikiran orang lain sebelum orang itu mengatakannya.
Dalam perang Baratayuda dia tidak diikutkan, tapi dia rela menjadi korban demi kemenangan Pandawa. Dia berkorban dengan cara dipandang dengan tajam oleh Sanghyang Wenang, lama-kelamaan sirna dan sukmanya ke suwargaloka.
Bentuk wayangnya jenis bambangan, seperti Bambang Irawan (anak Arjuna yang lain) tapi wajahnya mendongak agak ke atas.
daryono berkata,
Oktober 28, 2009 pada 3:26 am
saya tertarik dengan cerita wayang yang mungkin kami kalau melihat wayang ceritanya banyak yang karangan dalang bukan cerita pakem kalau aku ingin tahu dari buku apa karangan siapa