PRABU YUDISTIRA

Prabu Yudistira

Prabu Yudistira

Prabu Yudistira seorang raja di Amarta, putera Prabu Pandudewanata, ialah Pandawa yang tertua. Pada masa mudanya bernama Puntadewa. Yudistira seorang yang, sabar sekali hingga disebut orang ia berdarah putih karena tak pernah marah. Karena sifatnya itu, Yudistira terhindar dari bahaya.

Dalam perang Baratayudha Yudistira diangkat menjadi panglima, tetapi sangat menjengkelkan saudara-saudaranya karena ia tak pernah berperang. Yudistira dan sekalian saudara Pandawa menemui ajalnya dengan sempurna sehabis perang Baratayudha.

BENTUK WAYANG

Prabu Yudistira bermata jaitan, hidung mancung, muka tenang, lebih tenang dari pada waktu masih mudanya (Puntadewa). Bergelung keling, bersunting waderan. Setelah ia diangkat menjadi raja, ia membuang segala pakaian yang serba keemasan dan permata. Maka ia seorang raja yang sangat bersahaja.
Prabu Yudistira berwanda : 1) Putut; 2) Manuksma, 3) Jimat dan 4) Deres.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

2 Komentar

  1. Ir. Triyatna, E.Eng said,

    Oktober 21, 2010 pada 4:05 pm

    wooow…… bagus sekali………
    Bravo…. budaya Indonesia

  2. tyodongss said,

    Desember 14, 2011 pada 12:53 am

    waaah, terima kasih mas atas informasinya😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: