SARAWITA

Sawarita

Sawarita

Sarawita seorang teman Togog. Dalam pewayangan, di waktu berkata-kata ia akan menggunakan bahasa Melayu campur dengan bahasa Jawa, dan mengaku bahwa ia berasal dari Tanah Seberang yang tulen. Waktu ia bertemu dengan para punakawan seperti Gareng dan Petruk, ia selalu sombong, tetapi cengeng (manja), maka selalu dipermainkan oleh lawannya.
Waktu dipermainkan oleh pengiring Kesatria, biasa yang menggodanya itu Petruk, dengan dipukul hingga menangis dan mengundurkan diri tetapi dengan berkeruyuk seperti ayam jantan. Hingga dalam cerita oleh Togog selalu diolok-olok. Adegan ini sering digunakan dalam banyak lakon.

BENTUK WAYANG

Sarawita bermata keran (juling), hidung pesek, bibir terbuka rambut dicukur, hanya tersisa sedikit kena kudis. Kain batik slobog dan pada ikat pinggangnya menyelip senderik (Jawa: cundrik). Kedua tangan belakang.
Selain nama Sarawita juga bernama Tokun atau Bilung.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: