Senjata Cakra

Panah cakra

Panah cakra

Cakra adalah senjata sejenis panah yang dianugerahkan oleh Dewa kepada titisan Hyang Wisnu. Pada umumnya siapapun yang merupakan titisan Wisnu mempunyai juga senjata ini. Senjata ini sangat sakti, tak ada seorang pun yang kuat menghadapi cakra.
Dalam suatu riwayat dikisahkan, Prabu Arjunasasrabahu, seorang titisan Wisnu, dipanah dengan senjata cakra oleh Raden Sumantri, yakni seorang kesatria yang akan menghamba pada Prabu Arjunasasrabahu, untuk mencoba kesaktian Prabu Arjunasasrabahu. Untuk menghadapinya, maka Prabu Arjunasasrabahu bertiwikrama, yaitu berubah menjadi raksasa yang amat besar. Dengan kesaktian Prabu ini, maka Sumantri gentarlah dan hilang segala kesaktiannya. Hal ini menunjukkan bahwa senjata cakra tak mempan pada titisan Wisnu. Kedua kesatria tersebut, Arjunasasrabahu dan Sumantri itu, merupakan titisan Wisnu.
Pada perang Baratayudha, senjata ini dipergunakan oleh Prabu Kresna untuk tipu muslihat menutup sinar matahari, hingga tampak sinar matahari itu suram dan hari menjelang malam. Tipuan ini digunakan ketika Arjuna bersumpah akan mati bertunu (bakar) jika pada hari itu ia tak dapat membunuh Jayadrata yang telah membunuh anaknya. Karena sumpah setia, ini terdengar oleh pihak Kurawa, maka disembunyikanlah Jayadrata. Dan ketika sinar matahari suram tertutup Cakra, Jayadrata tergoda ingin. melihat kematian Arjuna dan keluar dari tempat persembunyiannya. Tingkah laku Jayadrata itu diketahui oleh Seri Kresna, maka berkatalah Seri Kresna kepada Arjuna, menyuruh melepaskan panah pada Jayadrata. Tak pelak panah Arjuna mengenai sasarannya dan penggallah kepala Jayadrata. Setelah kejadian ini, Seri Kresna menarik cakranya kembali, dan maka terang benderang sebagai sediakala dan riuh rendah suara sorak pihak Pandawa.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

4 Komentar

  1. November 13, 2008 pada 4:31 am

    Nice post. Sebuah senjata yang luar biasa.

    Salam

    Sastra Vardhana

  2. April 12, 2009 pada 2:18 pm

    QIYAMUL ISLAM
    KI SAPTO RENGGO
    Griya Utama Blok C3 No.8, Karang Satria, Bekasi, Indonesia
    Telephone : +62-21-93656069, +62-21-91976838
    __________________________________________________________________________________________________________________________________

    Bekasi Jum’at Kliwon 13 Maret 2009 / 16 Rabiul Awal 1430
    Kepada Saudara
    Di Tempat

    Salam sejahtera dan damai selalu teruntuk saudara di kediaman.

    Semoga kasih sayang dan rahmat tuhan menyertai kita semua, semoga pula arwah para leluhur mendapat ketenangan, kebahagiaan, dan sorga dari Tuhan yang maha membalas semua amal perbuatan hambanya, saudara setaman bunga melati sudah mulai semerbak mewangi, Garuda Eka Paksi Terbang Tinggi dengan Gagahnya, walau ia tetap bersemanyam di lubuk hati, Gema Lagu Padamu Negeri dan Shalawat Badar berkumandang di Angkasa Raya. Mutiara yang terserak bersatulah dan jahitlah Merah Putih yang terkoyak. Kesatuan dan Persatuan sungguh indah bila terwujud. Nusantara sudah saatnya wajahmu memancarkan pesona Kemulyaan….!!!!….
    Marilah saudara berjabat tanganlah kita semua, agar Gemah Ripah Loh Jinawi tercipta….!!!Sambutlah Uluran tangan ini, Marilah kita berpelukan dengan mesra, bagaikan Adam dan Hawa, Ibu Pertiwi dan Bapak Angkasa.

    Salam Kasih dan Damai

    ttd

    ( Ki Sapto Renggo )

    ‘PANGELING – ELING’

    Boleh jadi nafsumu mengingkari kebenaran
    Tapi hatimu takkan pernah membenarkannya…

    Boleh jadi Bibirmu tersenyum dalam kemaksiatan
    Tapi Hatimu menangis dalam kegelisahan…!

    Boleh jadi Lisanmu berucap dengan penuh kedustaan
    Tapi Hatimu resah karena ketidak jujuran…!

    Boleh jadi jasadmu Gagah dalam keharaman
    Tapi Hatimu lemah dan penuh kecemasan…!

    Janganlah kau ingkari kehendak Hatimu
    Sementara kau ikuti bisikan nafsu
    Niscaya kecelakaan akan menimpa dirimu…!

    AKI II

    SIFAT DAN WATAK ASLI PENDUDUK INDONESIA

    1. Ramah 6. Saling menghormati
    2. Sopan Santun 7. Fanatik
    3. Gotong Royong 8. Penurut
    4. Pemalu 9. Bersyukur
    5. Mistik 10.Sabar

    SIFAT DAN WATAK YANG DITANAMKAN OLEH IBLIS DAN YAHUDI

    1. Saling mencurigai
    2. Hilangnya kesopanan
    3. Apatis terhadap kepentingan orang lain
    4. Hilangnya rasa malu
    5. Tidak mempercayai yang ghaib
    6. Hilangnya rasa hormat
    7. Liberal & melanggar Norma – Norma Agama
    8. Pembangkang
    9. Hilangnya rasa Bersyukur
    10. Tergesa – gesa dan ketidak sabaran

    SEBAB DAN AKIBAT YANG TERJADI KARENA PENGARUH IBLIS DAN YAHUDI

    1. Saling mencurigai akan berdampak khianat, prasangka, praduga, perpecahan, dan perang saudara diantara sesama
    Insan.
    2. Hilangnya kesopanan : Berakibat saling menyalahkan &egoisme yang tinggi
    3. Apatis : Berdampak terputusnya Rahmat & Kasih Sayang
    4. Hilangnya rasa Malu : Berakibat melakukan suatu tindakan yang merugikan kepada sesama Insan
    5. Tidak mempercayai yang ghaib : Berdampak terjadinya pengingkaran dan hilangnya keimanan
    6. Hilangnya rasa hormat : Berdampak terjadinya penganiyayaan serta pemusnahan harkat & martabat selaku Insan
    7. Liberal : Berakibat hilangnya Ajaran – Ajaran “Ketuhanan”
    8. Pembangkang : Berdampak menyalahi dan menuduh Tuhan
    9. Hilangnya rasa bersyukur : Akan berakibat gersang dan gelisahnya jiwa serta kurang harmonis dalam berinteraksi
    Dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan.
    10.Tergesa – gesa : Berakibat penyesalan dan fitnah kepada Tuhan.

    ‘PERLU SAMA – SAMA KITA KETAHUI, KITA FAHAMI SERTA KITA TINDAK LANJUTI, BAHWA MENGEMBALIKAN SIFAT DAN WATAK ASLI PENDUDUK INDONESIA ADALAH SEBAGAI DASAR BANGKITNYA KEJAYAAN INDONESIA MENUJU MERCU SUAR DUNIA’

    “ITULAH TUGAS AWAL KITA SEMUA”

    1. Rawe – Rawe Rantas, Malang – Malang putung
    2. Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing
    3. Habis gelap terbitlah terang
    4. Mempunyai rasa tanggung jawab yang pasti, Rahmatan Lil ‘Alamin

    Demi perjuangan untuk kejayaan Indonesia mohon informasi ini diperbanyak dan disebarluaskan

    AKI II

    ‘TRAGEDI’

    “ Seluruh makhluk adalah hamba Allah, Seluruh alam Adalah ayat Allah, engkau perhatikan ketika seluruh ayat Allah menampakkan kekuasaanNya pada segenap hamba Allah. Ketika Air laut telah bergejolak mengalir kemanapun sesukanya , Ketika Angin telah gelisah berputar – putar ketika Bumi mulai berderak ingin mengguncang, Ketika Bara api melumat memerahkan wilayah, ketika kekuasaan Nya memulai prahara.Cabutlah angkara murka dari dalam dirimu, Sebelum engkau binasa Diterjang Ayat Allah “.

    ‘Dia Bukanlah dia’
    dia Adalah Dia
    Bukanlah Matahari……………….
    Cahaya Bersinar Memancar Terangi Hati para Pencari
    Bukanlah Angin………………….
    Hembuskan Kesejukan membawa kesenangan Jiwa – Jiwa gersang
    Bukanlah Gunung………………..
    Ciptakan Keseimbangan Semesta Diri Lukisan Pasak Bumi
    Bukanlah Pusaka Musa…………..
    Membelah kedalaman Samudera Aqal Terbatas
    Bukanlah pula Tongkat Sulaiman..
    Temani jasad Mengenal Arti Kematian
    Bukanlah Merah…………………
    Membakar Semangat Sempurnanya Syari’at
    Bukanlah Putih…………………..
    Sucikan Haqiqat Yang semestinya Tertutupi
    Bukanlah Hijau………………….
    Pupuk Kesuburan Impian Kehidupan Alam
    Di Atas Kepala ini……………….
    Di Kiri Dada ini…………………
    Dia Bathin Yang Tampak,….Dzohir Yang Tersembunyi
    Dia bukanlah dia…………………
    Dia Adalah dia…………………..
    Ibnul Insan………………………

    ‘SESAJI BAGI PERTIWI’
    Bumi Pertiwi menjerit, Menangis
    Bagai tangisan seorang Bayi yang manis
    Tiada air Susu yang diminumnya
    Haus yang tiada Terkira
    Membuat ia menjerit Membahana
    Secawan minuman di meja Persembahan
    Bagi Pertiwi yang saat ini kering dan Tandus
    Amatlah menarik secawan minuman bagi Pertiwi
    Bagai Mahkota Sang Perawan
    Minuman segar Pengobat Dahaga
    Alangkah Indah dengan warnanya yang Merah
    Tetapi……..Terdengar Jerit Tangis para manusia
    Di Dalam Cawan berisi Minuman
    Oh…..Pertiwi……Kenapa Engkau kini
    Yang selama ini diam, Menerima akan perilaku manusia
    Kini….Kau tuntut Sesaji kepada manusia
    Permintaanmu oh….Teramat berat dan memilukan
    Oh…..Kau inginkan Secawan minuman
    Minuman Darah, Darah dan Darah

    “ AKU DAN DIA “

    Aku adalah Dia
    Dia adalah Aku
    Tiada jarak Dia dan Aku
    Bila memandang Wajah-Nya
    Wajah Akulah yang tampak
    Aku terserap dalam Dia
    Dia menyatu dalam aku
    Aku bersatu dalam Dia
    WajahNya dan Wajahku
    Adalah Wajah Alam Semesta

    “ LAHIRNYA ANAK MANUSIA “

    Diantara derasnya kucuran hujan basahi Mayapada
    Tangisan anak manusia terdengar membahana
    Diawal pagi dengan sambutan suka cita
    Awal cerita lahirnya anak manusia

    Cakrawala melihat, Dunia bersuka
    Lintas cahaya khatulistiwa terlihat cerah
    Ucapkan salam tertuju kepada anak manusia
    Halilintar saling bersahut – sahutan

    7

    “ PERJALANAN ANAK MANUSIA “

    Gerak dan diam mengandung arti dan makna
    Berjalan dan berhenti atas perintah Tuhannya
    Dalam meniti hidup ini, Banyaklah duri merintanginya
    Akibat tidak sukanya Iblis durjana

    Cinta dan kasih pedoman hidupnya
    Walau cerca, sumpah serapah menerpa
    Tetap melangkah dengan hati tabah
    Dengan harapan Damai Sejahtera bagi makhluk semua

    “ SANG BINTANG “
    Kemerlip Bintang dilangit malam
    Pancarkan pesona sinari jiwa
    Bertabur cahaya, Bergetar rasa
    Gelora hati singkirkan Noktah
    Langkah kaki telusuri jalan
    Teguh menapak sibak belantara
    Segala aral warnai jejak
    Tak jadi soal bagi Sang Bintang
    Banyak suara harapkan datang
    Menanti sabda sebagai pengobat
    Bagi jiwa yang gersang

    “ ANGAN DOMBA “

    Jangan berkata, bila itu penghibur lara
    Tindakan nyata, itu yang bijaksana
    Karena anak manusia bukan badut boneka
    Yang selalu menjadi bahan tertawa

    Cahaya pelangi semburat indah di awal pagi
    Setiap mata memandang, Menggantungkan angan
    Akankah pelangi selalu ada di pagi hari
    Yang memberi janji bahagia dihari ini

    Cerita janji masa lalu bukanlah bualan
    Sudah tersurat dalam kitab pegangan
    Para domba riuh cerita kedatangan
    Di pelupuk mata si domba mengacuhkan

    “ SANG GEMBALA “

    Bergetar, Berdebar dan Tersadar
    Lamunan panjang Sang Gembala
    Saatnya tiba memberi makan domba – domba
    Akankah Seruling Gembala menggugah rasa si pencinta

    Semilir angin menerpa Sang Gembala
    Terbuai, tersadar dan terbangun
    Menjelang sore, mentari mulai tenggelam
    Meliuk gemulai rimbun pepohonan
    Geliat Bumi, sambut Sang Gembala

    Cakrawala yang indah kini sedang menangis
    Sedu sedan, pilu dan haru, bagai pengemis
    Sambut bahagia, Sang Gembala terjaga
    Dari kesendirian dan keheningannya

    “ ALAM DAN ANAK MANUSIA “

    Awan hitam dilangit kelam
    Bergerak lamban dalam tangisan
    Temali pengikat tak kuasa menahan beban
    Berderak, berdetak irama bumi berjalan

    Kulintasi Cakrawala bersama angin
    Terlihat Gumintang bercahaya resah
    Rembulan tersenyum dengan keterbatasannya
    Akankah pijar – pijar cahaya singgah dihati
    Membekas dan membentuk menjadi puji – puji
    Tetapi mereka akan terus dengan janji setianya
    Walau manusia tidak menghargai keberadaannya

    Kutebar benih – benih cinta ditiap masa
    Sebagai janji setia kepada Tuhan yang kupuja
    Bekerja keras dengan bergantung kepadaNya
    Karena kuakui aku hanyalah seorang hamba
    Yang tiada sedikitpun mempunyai daya
    Malu rasanya jikalau aku selalu meminta
    Bila dalam bekerja aku masih hitungan setengah

    Anak manusia kini berduka
    Dalam sisi ruang hati terlihat luka
    Yang akan menghadirkan senyum yang patah
    Berharap nestapa berlalu dari hidupnya
    Agar mentari selalu senyum ceria
    Dan…Hilangnya derita ditiap mas

  3. Nuzul said,

    Februari 14, 2011 pada 3:59 pm

    setahu saya sumantri bukan titisan Wisnu,tp memang mndapat senjata 2 dri Wisnu saat menghadapi raksasa saat pulang bersama adiknya Sukrasana

  4. November 3, 2011 pada 3:37 am

    trimakasi atas inpormasi nya. sangat berguna untuksaya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: