DEWI DRUPADI

Dewi Drupadi

Dewi Drupadi

Dewi Drupadi, puteri Prabu Drupada di Cempalareja, permaisuri Prabu Yudistira, ibu Pancawala. Drupadi seorang yang bersahaja, ia senantiasa ikut memikirkan gerakan Pandawa. Pada suatu masa dalam perayaan, ia dipermalukan oleh Dursasana, hingga sanggulnya terlepas. Seketika itu juga Drupadi bersumpah tak akan bersanggul sebelum berlangir dengan darah Dursasana.
Dalam perang Baratayudha ia mengikuti Pandawa ke medan perang. Setelah Dursasana mati dibunuh oleh Wrekudara, berlangirlah Drupadi dengan darah Dursasana, dan setelah itu Drupadi mulai bersanggul pula. Ketetapan hati wanita pada janjinya, lebih kuat dari pada laki-laki.

BENTUK WAYANG

Dewi Drupadi bermata jaitan, hidung mancung, muka tenang tertunduk. Bersanggul keling, sebagian rambut terurai bentuk polos (bersahaja), sunting waderan. Tak memakai segala barang keemaasan dan permata. Segala-galanya dengan sederhana seperti Prabu Yudistira.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: