RADEN GANDAMANA

Raden Gandamana

Raden Gandamana

Raden Gandamana adalah putra Prabu Gandabayu, raja di Cempalareja. Ia seorang yang sakti dan kuat.
Pada waktu negeri Cempalareja kedatangan raja-raja dari luar negeri yang hendak melamar putri baginda bernama Dewi Drupadi, negeri Cempalareja serasa kedatangan musuh yang akan merusak negeri itu.
Gandamana mengambil keputusan mengadakan lomba adu tenaga, barangsiapa yang dapat mengalahkannya, ia yang berhak mempersunting Dewi Drupadi.
Semua raja-raja melawan Raden Gandamana, tetapi tak seorangpun yang dapat mengalahkannya. Ketika itu barulah reda kemurkaan segala raja-raja dari luar. Kemudian datanglah Raden Bratasena masuk kedalam gelanggang itu. Tetapi iapun tak kuasa mengalahkan Gandamana; Bratasena hampir tak berdaya. Jika Bratasena menangkap Gandamana, dengan mudah Gandamana menyampakkannya (J. dikipatake), hingga Bratasena jatuh terlentang, dan jika Bratasena ditangkap oleh Gandamana, ia tak kuasa bergerak lagi hanya menolak-nolak dengan kedua. tangannya.


Maka tersebutlah, Bratasena mempunyai kuku pancanaka pada tangannya, dan kuku itu mengenai tubuh Gandamana. Seketika itu Gandamana tak berdaya lagi, hilang segala, kekuatannya dan ia teringat akan ramalan, bahwa ia akan mati oleh Pandawa. Maka yakinlah ia bahwa musuhnya itu seorang Pandawa juga.
Pada mulanya ketika Bratasena dipanggil. oleh Gandamana ia tak berani mendekatinya, .karena ia merasa takut bertanding dengan orang yang begitu kuat, dan selama. hidup Bratasena belum pernah bertanding dengan orang seperti Gandamana ini. Tetapi setelah Bratasena tahu bahwa orang itu sudah tak berdaya lagi, datanglah Bratasena dengan tenang.
Setelah Bratasena ditanya asal-usulnya, Bratasena mengakulah bahwa ia seorang Pandawa yang kedua, Bratasena lalu dipanggilnya dan Gandamana memeluk serta menurunkan segala ilmunya kepada Bratasena. Sehabis itu matilah ia.
Bratasena setelah mendapat ilmu dari Gandamana ini, bertambahlah kesaktiannya, ialah ilmu wungkalbener, mendatangkan kesaktian berjalan lurus. Karena itu Bratasena kalau berjalan selalu lurus, walaupun terhalang apapun, berjalanlah Bratasena tidak mempedulikan pada rintangan itu.

BENTUK WAYANG

Raden Gandamana bermata telengan membelalak, hidung, dempak, berkumis dan berjanggut. Bentuk muka agak tenang. Bentuk muka yang serupa ini disebut merengus (J. njenggureng) akan tanda bahwa ia seorang berani dan berbadan kuat. Berjamang tiga susun, bersanggul keling dengan garuda membelakang, bersunting sekar kluwih. Bergelang, berpontoh dan berkeroncong. berkalung ulur-ulur. Berkain katongan (kerajaan) lengkap.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: