RADEN WRATSANGKA

Raden Wratsangka

Raden Wratsangka

Raden Wratsangka, putera bungsu raja di Wirata, Prabu Matswapati, saudara Raden Seta. Wratsangka beristerikan Dewi Sindusari, puteri Prabu Tasikraja di Tasikretna, sebagai hadiah, karena ia dapat mengalahkan musuh seorang raja raksasa di Bulukapitu, bernama Prabu Prawata.
Dalam perang Baratayudha, setewasnya Raden Utara, Wratsangka diangkat menggantikan sebagai panglima perang. Kemudian ia mati juga oleh Bisma. Kematian ketiga kesatria ini dalam sehari, sangat mengharukan sekalian yang seisi negeri. Hingga ibu para kesatria itu datang ke medan perang menangisi jenazah puteranya yang berkumpul jadi satu. Rasa duka ibu ini tak terhingga dengan memandang wajah putra-putranya. Tetapi besar juga dalam hati, karena kematian kedua putera lantaran berbakti kepada negeri tumpah darah yang merebut kebenaran.

BENTUK WAYANG

Raden Wratsangka bermata kedondong, hidung dan mulut serba lengkap. Kedondongan, berkumis dan berjanggut, rambut kadal-menek bersunting sekar kluwih, berkalung bulan sabit, bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Memakai kain kerajaan.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: