RADEN DESTARASTRA

Raden Destarata
Raden Destarata

Raden Destarastra anak Begawan Abyasa yang tertua ; ia buta. Destarastra ialah bapak Kurawa, mempunyai 100 orang anak, 99 laki-laki dan seorang puteri; yang demikian dalam bahasa Jawa disebut beranak satus selapan siji, artinya dalam seratus anak hanya terselip seorang puteri, atau berarti juga anak seratus itu, (karena banyak gundik) dilahirkan tiap-tiap 36 hari seorang anak, (dalam bahasa J. 36 hari disebut: selapan).
Destarasta mengangkat dirinya jadi raja di Hastinapura bernama Prabu Dastanegara, tetapi sebenarnya ia tak berhak menjadi raja, karena ia buta. Adapun yang berhak ialah Pandu, tetapi pada, waktu itu Pandu masih kanak, jadi Dastarasta hanya sebagai wakil sebelum Pandu dewasa. Tetapi karena kekuatan Kurawa negeri Hastinapura tak hendak dilepas menyebabkan Kurawa senantiasa bermusuhan dengan Pandawa (anak Pandu), hingga permintaan Pandawa hanya separuh negeri. itu saja tak dikabulkan juga oleh Kurawa.
Dastarastra setelah menyerahkan tahta kerajaan kepada putranya, Duryudana, lalu menjadi pendeta dan sebagai penasehat kerajaan Hastinapura. Usianya lanjut hingga perang Baratayudha.

BENTUK WAYANG

Dastarastra bermata buta, akan tanda buta dapat terlihat pada biji matanya yang berupa putih tak dengan tanda hitam di tengahnya. Hidung mancung, mulut rapat. Bersanggul keling. Berjamang dengan sunting sekar kluwih, berkalung ulur-ulur, bergelang, berpontoh dan berkeroncong. kain bokongan raton.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: