PANDAWA BERMAIN DADU

Tipu muslihat orang-orang Hastinapura pada, Pandawa selalu dilakukan dengan sengaja supaya kelima Pandawa itu enyah dari bumi. Adapun yang menjadikan lantaran negeri Hastinapura itu akan dibagi dua untuk Pandawa dan Kurawa tetapi pihak Hastinapura senantiasa berdaya upaya supaya negeri Hastinapura tetap menjadi hak Hastinapura seluruhnya. Bagaimanakah akal untuk melenyapkan orang-orang Pandawa itu. Inilah yang didaya upayakan supaya dapat terlaksana.
Patih Arya Sakuni seorang yang cerdik pandai pada tipu muslihat, mengajaklah ia pada Pandawa bermain dadu dan makan minum, dengan bertaruh, mula-mula dengan harta benda, kemudian dengan bertaruh negeri, dan juga dengan cara sembunyi, Kurawa akan membakar tempat bermain itu yang segala-galanya telah tersedia untuk membakar tempat perayaan itu.
Setelah orang-orang Pandawa dikirakan mabuk, dibakarlah tempat itu, dan disangka mereka enyah sekaliannya. Tetapi sebenarnya orang-orang Pandawa itu tertolong oleh Dewa dalam bumi Hyang Anantaboga, sekalian Pandawa dapat tertolong masuk ke dalam bumi.
Suka gembiralah orang-orang Hastinapura setelah para Pandawa itu tewas. Tetapi di kemudian hari para Kurawa dapat melihat para orang-orang Pandawa dengan segar bugar. Malahan. segala tipudaya Kurawa itu semakin menambah kemuliaan Pandawa. Lantaran ini semakin menjadi tipu daya dan akalan Kurawa untuk mengenyahkan Para Pandawa.
Prabu Kresna seorang yang selalu berusaha supaya Pandawa dan Kurawa dapat rukun damai, tetapi hingga dekat perang Baratayudha tak terlaksana. Lantaran ini, Prabu Kresna yang turut bersidang di Hastinapura, keluarlah Baginda dari Pura Hastinapura dan bertiwikrama berupa raksasa yang maha, besar. Digambarkanlah bahwa Prabu Kresna sebesar bukit, kaki kiri menginjak alun-alun selatan dan kaki kanan menginjak Alun-alun utara, dengan bersabda : „Hai orang-orang Hastinapura, jika aku berniat menggempur Pura Hastinapura ini, lenyaplah pada seketika ini juga, tetapi apa gunanya. Tunggulah akan kejadiannya kelak.
Pun para Dewa datang ke Pura Hastinapura mengingatkan pada Prabu Duryudana, janganlah perang Baratayudha terjadi, tetapi sia-sialah, malahan dimulai perang Baratayudha itu. Kemudian habislah riwayat Hastinapura dan Pandawa dalam cerita wayang Purwa.
Pihak orang-orang Hastinapura selalu mencari akal bagaimana dan cara apa supaya dapat merusak kerabat Pandawa. Salah satu tipu- muslihat Patih Sakuni, orang Pandawa diajak bermain dadu, di pihak Pandawa selalu kalah, karena kepandaian Patih Sakuni sangat pandai bermain curang, hingga harta. benda Pandawa habis dipertaruhkan. Kemudian hal itu jadi sebab peperangan kedua pihak.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

1 Komentar

  1. Juli 18, 2012 pada 1:28 am

    Puntadewa bermain dadu,, nggak abis pikir..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: