PINTEN TANGSEN

Dalam lakon Peksi Dewata, Puntadewa menjadi burung Dewata. Waktu Nakula dan Sadewa masih kanak-kanak bernama Pinten dan Tangsen, tidak berkain dodotan kesatria melainkan berkain secara Bambang (kesatria asal dari pertapaan).

BENTUK WAYANG

Pinten dan Tangsen bermata jaitan, hidung mancung, muka mendongak. Sanggul kadal-menek, bersunting sekar kluwih panyang, berkain seperti bambang, tidak bercelana panjang.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

1 Komentar

  1. Dhimas Lintang sadewo said,

    Februari 14, 2009 pada 9:32 am

    kenapa cuma menulis pinten & tangsen saja?
    sadewanya mana? Kalau nggak tahu, tanya saya!!!!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: