RADEN NARASOMA

Raden Narasoma putra Mandratpati. Setelah dewasa`Narasoma dijodohkan oleh ramandanya, tetapi ia menolak lalu meninggalkan negerinya dengan diikuti saudara perempuannya bernama Dewi Madrim.
Narasoma berkeinginan untuk mengikuti sayembara yang diadakan untuk mencarikan jodoh Dewi Kunti. Namun di tengah jalan Narasoma berjumpa dengan Raden Pandu yang ternyata telah mendapat kemenangan dan dipilih Dewi Kunti menjadi suaminya.
Narasoma menjadi marah dan menantang Raden Pandu untuk merebut Dewi Kunti, terjadilah perang tanding. Narasoma kalah dan ia menyerahkan adiknya, Dewi Madrim kepada Raden Pandu sebagai tanda kekalahan. Dewi Madrim kemudian diperistri oleh Raden Pandu dan menurunkan Raden Nakula dan Sadewa sebagai pelengkap Pandawa.

BENTUK WAYANG

Raden Narasoma berhidung mancung dan muka agak mendongak, mata kedondongan. Sanggul terurai bentuk gembel. Berjamang dengan garuda membelakang. Bersunting waderan, berkalung ulur-ulur, bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Kain bokongan raton.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

2 Komentar

  1. Maret 21, 2011 pada 3:51 am

    isi cerita inilah yang mengilhami saya utk menggunakan nama ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: