DEWI PUJAWATI

Pada suatu malam Dewi Pujawati, putri Begawan Bagaspati bermimpi bertemu dengan seorang kesatria bernama Raden Narasoma. Ia meminta pada ayahandanya untuk mencari kesatria tersebut. Pergilah sang Begawan mencari kesatria itu. Waktu Begawan bertemu dengan Raden Narasoma dan mendengar kata akan dimenantu, Narasoma menolak. Terjadilah perang tanding. Narasoma kalah lalu dibawa sang Begawan dan diperistrikan dengan Pujawati. Namun Narasoma merasa malu mempunyai mertua seorang raksasa. Setelah Pujawati mengatakan hal itu pada ramandanya. Sang Begawan dengan rela meyerahkan nyawanya pada Narasoma. Dan sang begawan meninggalkan ilmunya Candrabirawa kepada Narasoma. Ia berpesan pada perang Baratayudha, Narasoma akan mendapat balasan dari seorang yang berdarah putih (suci) yaitu Yudistira.

BENTUK WAYANG

Dewi Pujawati berhidung mancung, bermuka tenang, bersanggul keling, sebagian rambut terurai, bersunting bunga. Bergelang dan berpontoh.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

1 Komentar

  1. tiyo said,

    Juli 20, 2009 pada 9:45 am

    Sampai akhir hayatnya, Dewi Pujawati adalah seorang isteri yang setia. Demikian pula Narasoma yang bergelar Prabu Salya.

    Teladan bagi setiap kita untuk jangan berselingkuh dan melakukan poligami. Pada kenyataannya, para ksatria Kurawa adalah pelaku monogami, sedangkan ksatria Pandawa adalah praktisi poligami.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: