KRESNA DUTA

Perang Baratayudha dapat diartikan perang keluarga, perselisihan antara Pandawa dan Kurawa, yang kedua-duanya sama-sama darah Barata. Maka perang itu disebut Baratayudha, berarti perang darah Barata.
Adapun perang Pandawa dan Hastinapura itu disebabkan memperebutkan negeri tinggalan leluhur. Pada mulanya memang Pandawa telah mendapat janji dari Hastinapura, tetapi karena Pandawa belum dewasa, pembagian itu akan ditentukan setelah Pandawa telah dewasa. Lama-kelamaan pihak Hastinapura merasa sebagai peribahasa: mengulum gula, setelah terasa manis tak akan dikeluarkan dari mulut. Hingga beberapa kali dipinta tak berhasil. Oleh karena selalu ditunda-tunda oleh pihak Hastinapura maka datanglah Sri Kresna ke negeri Hastinapura agar pihak Kurawa mau mengubah sikap. Namun Hastinapura bersikeras tak akan melepaskan separuh wilayah negeri Hastinapura. Jawaban ini diikuti dengan persiapan perang. Pun Pandawa setelah tahu hal kehendak Hastinapura, bersiap juga. Pecahlah perang Baratayudha.
Sebelum perang terjadi, pihak Pandawa senantiasa berusaha agar hal ini yangan sampai terjadi, tetapi pihak Kurawa menurut tetap pada pendiriannya. Maka Prabu Kresna yang bertindak sebagai penasihat datanglah ke Hastinapura dengan maksud mendamaikan perselisihan ini. Dengan berkereta dan diikuti oleh Dewa-Dewa. Tetapi mereka itu tak berdaya. Maka mulailah perang itu hingga sehebat-hebatnya. Inilah perang penghabisan di antara Pandawa dan Kurawa, dan sehabis perang ini tamatlah cerita Wayang Purwa, disambung dengan cerita. Wayang Madya dimulai dari pendirian Prabu Parikesit.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

Iklan

Gamelan Flash

Apa itu Gamelan ? ah itu pertanyaan gampang, anak kecil juga bisa jawab. Setidaknya di Indonesia, Gamelan bukanlah hal yang asing bagi masyarakat awam. Bagaimana kalau pertanyaannya ditambahkan lagi. Tahu nggak berapa jenis Gamelan di Indonesia ? Apa perbedaan antara Gamelan Jawa, Sunda, Bali dan Sumatra ? Apasih bedanya pelog dengan slendro ? Kalau pertanyaannya sudah makin detil seperti ini, orang pun jadi kelabakan dan mulai berpikir “Wah sebenarnya Gamelan itu ribet juga”. Mungkin bukan ribet tapi lebih tepatnya kaya. Seperti budaya kita yang lain wayang, tari, baju dan lain lain, Gamelan itu sangat kaya dengan variasi variasinya, mari kita ambil contoh : dari daerah sunda ada Gamelan Slendro, Pelog dan kemudian ada juga Degung. Ah makin geleng geleng kita.

Dengan kekayaan seperti ini seharusnya orang Indonesia terutama kaum mudanya tertarik dong dengan Gamelan. Tetapi kata seharusnya berbeda dengan kata sebenarnya atau realitanya. Mengapa begini ? Mari kita tanya lagi kepada teman teman kita ? Pernahkah mereka main Gamelan ? Main disini bukan berarti ada instrumen Gong terus kita pukul pukul tanpa arti dan makna apapun. Main berarti memainkan sebuah lagu, ya seperti saya waktu SMU memainkan lagu lagunya Dewa 19 satu album lengkap baik di studio ataupun di festival. Kalau mainnya seperti itu, saya yakin jarang sekali yang pernah melakukan apalagi yang aktif melakukan.

Beberapa kendala adalah : tiada akses yang mudah untuk memainkan Gamelan. Untuk informasi satu set gamelan harganya sangat mahal bisa mencapai ratusan juta rupiah. Bayangkan untuk membuat studio standar lengkap untuk musik pop mungkin tidak sampai 50 juta. Tapi untuk gamelan, ongkosnya jauh lebih besar. Ini dari satu sisi saja, kemudian dari sisi materi, pengajar, sepertinya makin langka. Memang terdapat sanggar sanggar kesenian yang masih aktif, tapi jumlahnya tidak banyak. Kendala berikutnya adalah kaum muda lebih tertarik dengan budaya budaya modern yang dengan mudah mereka lihat di tv dan di dengarkan di Radio. Terdapat kesan kalau Gamelan adalah budaya ketinggalan jaman.

Ketinggalan jaman ? ah geli sendiri. Karena di luar negri terutama di amerika banyak universitas ataupun institusi ternama yang memiliki satu set gamelan lengkap dan memiliki aktifitas reguler. Sebagai contoh di Prancis, di Institute Cite de la Musique, terdapat beberapa set gamelan lengkap. Dan mereka memiliki beberapa tim gamelan yang telah tampil beberapa kali. Gamelan tidak ketinggalan jaman, bagi yang pernah memainkan, mereka akan setuju : Gamelan itu mengasyikan.

Cobalah kenali gamelan, baca artikel artikelnya baik melalui buku buku maupun media internet. Saya yakin Gamelan itu cocok dimainkan siapa saja, dari orang yang tinggal desa sampai para eksekutif muda. Itu adalah budaya kita, anda akan merasakan bangga.

Pada bagian akhir ini saya mencoba memperkenalkan konstribusi kecil saya kepada Gamelan, yaitu GamelanStudio, sebuah program permainan untuk mengenal lebih dekat dengan Gamelan Slendro dari Jawa Barat. Konsepnya sederhana. Disini anda dapat mencoba untuk mainkan alat alat musik berikut : saron1, saron2, peking, demung, rincik, bonang, kenong atau gong. Kemudian bila anda sudah mulai mengerti mungkin anda tertarik untuk mengkomposisi sebuah lagu sederhana. Walaupun masih terbatas hal hal tersebut dapat dimungkinkan dengan menggunakan Gamelan Studio (http://www.pictogame.com/play/game/J2dhqCxgb43w_gamelanstudio).

Mungkin sampai disini dulu promosi saya. Cobalah Gamelan, mungkin anda tidak percaya, 6 bulan yang lalu saya hanyalah orang awam yang tidak perna menyentuh gamelan dan sekarang, saya sangat menikmatinya dan saya tidak ingin berhenti memainkannya.

Semoga teman teman terketuk hatinya, hidup Indonesia.

PANDAWA BERMAIN DADU

Tipu muslihat orang-orang Hastinapura pada, Pandawa selalu dilakukan dengan sengaja supaya kelima Pandawa itu enyah dari bumi. Adapun yang menjadikan lantaran negeri Hastinapura itu akan dibagi dua untuk Pandawa dan Kurawa tetapi pihak Hastinapura senantiasa berdaya upaya supaya negeri Hastinapura tetap menjadi hak Hastinapura seluruhnya. Bagaimanakah akal untuk melenyapkan orang-orang Pandawa itu. Inilah yang didaya upayakan supaya dapat terlaksana.
Patih Arya Sakuni seorang yang cerdik pandai pada tipu muslihat, mengajaklah ia pada Pandawa bermain dadu dan makan minum, dengan bertaruh, mula-mula dengan harta benda, kemudian dengan bertaruh negeri, dan juga dengan cara sembunyi, Kurawa akan membakar tempat bermain itu yang segala-galanya telah tersedia untuk membakar tempat perayaan itu.
Setelah orang-orang Pandawa dikirakan mabuk, dibakarlah tempat itu, dan disangka mereka enyah sekaliannya. Tetapi sebenarnya orang-orang Pandawa itu tertolong oleh Dewa dalam bumi Hyang Anantaboga, sekalian Pandawa dapat tertolong masuk ke dalam bumi.
Suka gembiralah orang-orang Hastinapura setelah para Pandawa itu tewas. Tetapi di kemudian hari para Kurawa dapat melihat para orang-orang Pandawa dengan segar bugar. Malahan. segala tipudaya Kurawa itu semakin menambah kemuliaan Pandawa. Lantaran ini semakin menjadi tipu daya dan akalan Kurawa untuk mengenyahkan Para Pandawa.
Prabu Kresna seorang yang selalu berusaha supaya Pandawa dan Kurawa dapat rukun damai, tetapi hingga dekat perang Baratayudha tak terlaksana. Lantaran ini, Prabu Kresna yang turut bersidang di Hastinapura, keluarlah Baginda dari Pura Hastinapura dan bertiwikrama berupa raksasa yang maha, besar. Digambarkanlah bahwa Prabu Kresna sebesar bukit, kaki kiri menginjak alun-alun selatan dan kaki kanan menginjak Alun-alun utara, dengan bersabda : „Hai orang-orang Hastinapura, jika aku berniat menggempur Pura Hastinapura ini, lenyaplah pada seketika ini juga, tetapi apa gunanya. Tunggulah akan kejadiannya kelak.
Pun para Dewa datang ke Pura Hastinapura mengingatkan pada Prabu Duryudana, janganlah perang Baratayudha terjadi, tetapi sia-sialah, malahan dimulai perang Baratayudha itu. Kemudian habislah riwayat Hastinapura dan Pandawa dalam cerita wayang Purwa.
Pihak orang-orang Hastinapura selalu mencari akal bagaimana dan cara apa supaya dapat merusak kerabat Pandawa. Salah satu tipu- muslihat Patih Sakuni, orang Pandawa diajak bermain dadu, di pihak Pandawa selalu kalah, karena kepandaian Patih Sakuni sangat pandai bermain curang, hingga harta. benda Pandawa habis dipertaruhkan. Kemudian hal itu jadi sebab peperangan kedua pihak.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

Wayang dari daerah Asia

Berjalan-jalan pada hari sabtu kemarin, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah pameran kecil di daerah 5eme di Paris. Dikatakan kecil, karena sebenarnya tempat pameran tersebut adalah sebuah agen tourisme dan perjalanan. Mereka sengaja meminjam koleksi Eric Meslay seorang koleksioner boneka boneka asia baik dari India, China, Thailand, Malaysia dan tentu saja Indonesia. Mungkin belum banyak yang tahu kalau ternyata budaya wayang (boneka bayang) ini juga tersebar didaerah diluar Indonesia.

Berikut beberapa hasil foto yang diambil di pameran tersebut :

Artikel mengenai masing-masing wayang akan saya hadirkan setelah mendapatkan foto yang berkualitas lebih baik lagi.

Sampai artikel selanjutnya.

Rampak Gendang dan Gamelan di Salon de Chocolat

Pada acara pameran cokelat atau Salon de Chocolat tanggal 2 November 2008 kemarin, Indonesia menampilkan delegasi keseniannya. Acara ini diabadikan oleh seorang teman melalui sebuah kamera video.

« Older entries