Gamelan Mécanique

Pada halaman ini saya ingin membahas sesuatu yang berkaitan erat dengan dunia wayang, yaitu Gamelan. Lebih tepatnya lagi Gamelan Mécanique. Seperti namanya mecanique, gamelan ini tidak dimainkan oleh manusia, namun merupakan aplikasi berbasis flash (seperti wayang flash) yang ditujukan sebagai alat pengenal Gamelan. Sebelum menulis lebih lanjut, saya undang para pembaca untuk melihat sendiri aplikasi ini di url : http://www.cite-musique.fr/gamelan/. Ada dua cara untuk mengakses Gamelan mecanique :

  1. Dengan memainkan langsung di website mereka.
  2. Atau dengan mengunduh applikasi ini (bahasa prancisnya adalah téléchargé).

Tergantung dengan kebutuhan masing masing dari pengguna, tapi agar dimainkan secara offline, maka saya menganjurkan unuk mengunduh applikasi tersebut. Setelah unduh selesai, unzip file gampack.zip dan kemudian klik gamelan_mecanique.

Halaman muka aplikasi Gamelan Mecanique

Di halaman muka bagian atas dapat kita lihat bahwa aplikasi ini tidak hanya menyajikan 1 jenis alat gamelan, melainkan 5 : Lancaran (Jawa), Ladrang (Jawa), Gilak Baris (Bali), Baris (Bali) dan Sekar Alit (Sunda). Masing-masing jenis gamelan memiliki alat yang berbeda beda (walaupun antara dua jenis gamelan yang berasal dari daerah yang sama, perbedaanya tidaklah banyak).

Untuk memilih salah satu jenis gamelan, klik pada gambar atau tulisan dari gamelan tersebut. Berikut ini adalah copy dari layar dari masing masing jenis gamelan :

Sekar Alit (Degung)

Lancaran (Jawa)

Gilak Baris

Petunjuk Penggunaan

15 Komentar

  1. Catherine Basset (Kati, Mbok Tu) said,

    Januari 23, 2009 pada 7:48 pm

    Mandala suara
    Sebagai pengarang situs http://www.cite-musique.fr/gamelan dan pencipta Gamelan Mécanique (teknisnya dari Olivier Koechlin), saya ucapkan banyak terima kasih atas memperkenalkan Gamelan Mecanique kepada orang-2 Indonesia.
    Saya tambahkan bahwa dalam “Gamelan Mecanique” ada dua bagian lain.
    1. Pijet tanda bundaran : notasi karawitan berupa kembang atau mandala, yang memainkan musiknya, karena bentuk dasarnya memang demikian (bukan linear) – itu hasil penelitian saya. Untuk ganti lagu, cukup rubah warna-warni yang melambangkan nada-nada (dari lontar Prakempa), bentuk dasarnya tidak akan berubah (itu berbeda dengan semua sistem notasi yang lainnya). Tapi warnanya tidak bisa dirubah di tempat itu. Lihat di bawah ini.
    2. Pijet tanda segi empat : disini lagunya bisa dirubah. Notasinya saya gubah dari suatu notasi kraton Yogyakarta. Orang bisa merubah lagunya dengan pijet bebas dalam kota-kotak, tetapi bisa juga mengikuti bentuk komposisi tradisional dengan melihat di atas warna-warni yang sama dengan daun saron atau pencon reong dll, dan dengan membaca petunjuk komposisi yang dibawah (sayang, hanya dalam bahasa Perancis).
    Di situs yang sama, kalau pijet “Complement à l’ouvrage”, terdapat teks saya (berbahasa Perancis), yang panjangnya sekitar 200an halaman, dengan 200an foto dan gambar. Antara lain, ada dijelaskan prinsip notasi bundar yang saya ciptakan (yang dibuktikan kebenarannya dengan Gamelan Mecanique) dan dasar pilihan tersebut dalam antropologi, fisalfat hindu-buda serta alasannya dari segi musikologi dibandingkan dengan sistem-sistem lain yang kurang-lebih meniru sistem Barat.
    Notasi bundar dibuat untuk menunjukan suatu keserasihan budaya, artinya, kelihatan atau tersembunyi, bentuk tersebut merupakan dasar dalam banyak bidang. Notasi bundar tidak dibuat untuk dipakai menabuh langsung, juga bukan untuk catatan yang lengkap bagi karawitan Jawa (tidak cocok untuk rebab, gender, gambang dll.).
    Untuk Gong Kebyar Bali, segalanya mesti bisa dicatat dalam notasi bundar, namun dalam Gamelan Mecanique, sulit, karena terbatas pada 8 lapisan suara. Itu sebabnya kotekan dalam bentuk polos-sangsih terpaksa dijadikan suatu notasi terpisah, yang tidak mengandung gong-kempur dan beberapa lapisan pokok lain.
    Tentu juga bahwa tidak semua lagu bermelodi simetris. Di Jawa ada cukup banyak yang kenongan awalnya simetris, misalnya, dan selanjutnya tidak simetris lagi.
    Yang melodinya datang dari seni suara dan sastra, tidaklah mengikuti bentuk simetris. Yang seluruhnya simetris adalah Pakurmatan gaya lama dan beberapa yang sejenis. Namun kebanyakan bentuk dasar (paling tidak kolotominya) memang menyerupai prinsip arsitektur. Hanya srepegan dan sampak, iringan wayang, memang beda, kayaknya. Bentuknya bisa berupah segi tiga, misalnya (tapi tergantung jumlah gongan).

    • Oktober 10, 2012 pada 4:55 pm

      nuwunsewu,,,, meskipun saya ketinggalan disini,,,
      mohon koreksi pada bagian penjelasan alat mungkin ada yang masih kurang tepat
      B INSTRUMENTS INDIVIDUELS DITS “DOUX”
      “rebab dan gambang” sepertinya tertukar
      mohon maaf dan terimakasih

  2. dadigareng said,

    Maret 13, 2009 pada 12:22 am

    Woowww… hebat sekali software ini.

    Dan pengarangnya pun menyempatkan mampir nulis disini.

    Salut.

  3. bosangjay said,

    Maret 13, 2009 pada 3:43 pm

    Makasih Mbok Tu untuk informasinya

  4. raden wirabhumi said,

    Desember 21, 2009 pada 1:54 pm

    Alhamdulillah segala puji tercurahkan bagi Alloh SWT. saya sangat kagum dengan orang yang benar2 peduli dengan kebudayaan. support selalu dari saya. buat mas web master bravo mas terus berkarya. dan buat mbok Tu penghargaan yang sebesar-besarnya dari bangsa Indonesia

  5. ridwan munawwar said,

    Januari 6, 2010 pada 5:15 pm

    wah, benar2 hebat. mbak besset adalah anak angkat kebudayaan tradisional kita. salut mbak.
    salam dari komunitas metal tradisional jogja

  6. Julian said,

    Agustus 31, 2010 pada 4:21 am

    Terima kasih kepada Tim pembuat Gamelan Mecanique, yang telah turut memajukan kebudayaan kami orang Jawa walaupun kalian bukanlah orang jawa. ^_^

  7. Ugi Daeli said,

    Oktober 19, 2010 pada 12:50 am

    Mbok Tu…

    Boku Mercy..

  8. Rikky said,

    Januari 31, 2011 pada 6:24 am

    Salut untuk kreasinya mbok tu .. btw, mas bosangjay .. apa kabar nya ?

  9. Januari 29, 2012 pada 2:49 am

    gak bisa bahasa prancis..command2nya gak paham..kalo ada yang bisa ngajarin..di-share nggih..NUWUN

  10. Alexs Lugiman said,

    Februari 28, 2012 pada 1:25 am

    Mewakili org2 jawa menghaturkan Matur Nuwun,… salud… bangga,… terharu. dlm era super modern ini ada peka dan masih punya perhatian sama budaya adiluhung. Hebat,……

    • bosangjay said,

      April 2, 2012 pada 8:01 am

      Terimakasih mas, memang kita orang Indonesia dan Jawa harus menjaga kepribadian, salah satunya di Internet …

  11. Iwan Catur Setiawan said,

    Oktober 23, 2012 pada 3:03 am

    Sakalangkong Mbok Tu, salud atas kepedulian sampeyan utk melestarikan dan mengembangkan budaya jawa. Paguyuban Peminat Seni Tradisi (PPST “Aryo Situbondo”) Kab. Situbondo.

  12. Teffy mayne said,

    April 21, 2014 pada 1:01 am

    Apakah bisa dimainkan dengan midi controller?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: