Istilah Pewayangan

Berikut ini adalah sebutan yang digunakan dalam dunia pewayangan:

  1. Begawan adalah sebutan untuk seorang pendeta yang berasal dari raja yang meninggalkan kerajaan.
  2. Batara atau Betara adalah sebutan untuk tokoh wayang yang berjiwa Ketuhanan, dan merupakan titisan Dewa.
  3. Dahyang: sama dengan sebutan Pendeta.
  4. Dewa: sebutan untuk tokoh wayang yang berjiwa Ketuhanan.
  5. Dewi: sebutan untuk seorang puteri kerajaan atau sebutan untuk dewa perempuan
  6. Yanggan : sebutan rendahan dari tokoh Wasi.
  7. Resi : sebutan untuk seorang yang suci.
  8. Sang: awalan sebutan yang luhur.
  9. Pandita : sebutan seorang yang luhur jiwanya.
  10. Wara : sebutan seorang yang tersohor, baik laki-laki atau perempuan.
  11. Wasi sebutan seorang pendeta yang agak rendahan.
  12. Putut : sebutan seorang murid atau pelayan pendeta.
  13. Cekel: hamba seorang pendeta yang dianggap keluarga.
  14. Cantrik : hamba atau anak murid pendeta.
  15. Prabu : sebutan seorang raja.

16 Komentar

  1. Abdee said,

    Juli 29, 2008 pada 11:58 am

    Gelarnya perlu ditambahi:
    Raden
    Adipati
    Tumenggung
    Patih

    apa lagi ya…

  2. jttcugm said,

    Juli 7, 2009 pada 8:02 am

    graet post..!!lanjut terus Bro..!!

  3. nap said,

    Juli 8, 2009 pada 10:51 am

    pokoe top lah,..

  4. purwantara said,

    September 3, 2009 pada 6:28 pm

    perlu sebuah penulisan dengan istilah bahasa yang baik supaya pas/tepat seperti betara mestinya adalah BATHARA yangan mesti JEJANGGAN/Manguyu Jejanggan.Sedang Wasi adalah pandhita muda,bukan Pandhita Rendahan,Sebetulnya masalah Puthut,Sekhabat,cantrik,cekel,jejanggan itu semua mengacu pada anak murid di Pertapan namun fungsi yg laian daripada tugasnya.sdang Dewi secara nas adalah jodoh para Dewa/o untukputeri tetap anak raja tetapi kepatrapan/sinadhangan nama bukan pangkat.

  5. bukal said,

    Maret 3, 2010 pada 3:31 pm

    terimaksih sudah membuat inventaris ini. saya sebagai orang indonesia bangga punya banyak kisah seperti wayang dan babad yang banyak sekali………. dimasyarakat mempengaruhi adat istiadat kita. niscaya bila kita bisa menggali cerita dari babad dan kisn tersebut kita akan punya sumber cerita. besar hraopan saya dunia film dan entertainment nantinya mau mengambil inspirasi dari sini. saya kurang stuju dengan tayangan sinetron yang terlalu mengekspose sifat jahattokoh antagonis dan menggambarkan betapa sialnya orangbaik dengan selalu menderita……………….nyambung ga ya

  6. deki said,

    April 23, 2010 pada 4:17 am

    mohon ijin ngambil gambar mas…

  7. toekang las said,

    Mei 15, 2010 pada 4:58 pm

    top markotop

  8. joni trismanto said,

    Mei 18, 2010 pada 7:59 am

    Untuk Mas n ambak yaang sudah lebih dulu membahas,…wah kok regeng sanget nggih….kulo badhe tumut..ngramekaaken jagad pewayangan indonesia khususnya untuk kawula muda agar tidak punah dan lestari..angan sampek di klaim punya tetangga lagi….bravo Bro….maju terus….untuk itu saya sudah beli beberapa wayang ukuran kidangan (2 ukuran lebih kecil dari standar) dan untuk latihan walaupun sunggingannya uapiiik lan rumit tenan..dan untuk anakku umur 4 tahun dan 10 tahun sedang dan sudah bisa nyekel dan nglakokke /nyebetke cakil, anoman , solah bowone Bimo lan anoman…monggo…

  9. suhadi said,

    Desember 7, 2010 pada 5:37 am

    wah sanget sae kangge nambah wawasan wayang, lan nyuwun ditambah malih artikel bab seputar pewayangan, nuwun.

  10. SATRIO said,

    Desember 10, 2010 pada 5:49 am

    SIIIIP….TP KURANG KUMPLIT..

  11. qye said,

    April 7, 2011 pada 9:30 am

    kalo mau beli buku sejarah perwayangan di mana iiah ?
    bisa bantu ga ?
    tq

    • bosangjay said,

      April 12, 2011 pada 7:39 am

      Kalau nggak salah di Mal Sudirman ada toko buku khusus wayang, saya lupa namanya

  12. januar said,

    Oktober 19, 2011 pada 11:18 am

    kalo senapati apa??,juga adipati??juga bupati??
    tambah lagi postnya…

    • Sastrowijoyo said,

      Januari 31, 2013 pada 8:36 am

      Senapati adalah panglima,
      Adipati adalah penguasa di kadipaten, suatu wilayah/ daerah di bawah atau bagian dari kerajaan. Adipati berada di bawah raja.
      Bupati adalah penguasa di kabupaten, suatu wilayah/ daerah di bawah atau sedikit di bawah kadipaten.

  13. fifi said,

    Oktober 30, 2012 pada 7:50 am

    kurang teliti chy


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: