Gamelan Flash

Apa itu Gamelan ? ah itu pertanyaan gampang, anak kecil juga bisa jawab. Setidaknya di Indonesia, Gamelan bukanlah hal yang asing bagi masyarakat awam. Bagaimana kalau pertanyaannya ditambahkan lagi. Tahu nggak berapa jenis Gamelan di Indonesia ? Apa perbedaan antara Gamelan Jawa, Sunda, Bali dan Sumatra ? Apasih bedanya pelog dengan slendro ? Kalau pertanyaannya sudah makin detil seperti ini, orang pun jadi kelabakan dan mulai berpikir “Wah sebenarnya Gamelan itu ribet juga”. Mungkin bukan ribet tapi lebih tepatnya kaya. Seperti budaya kita yang lain wayang, tari, baju dan lain lain, Gamelan itu sangat kaya dengan variasi variasinya, mari kita ambil contoh : dari daerah sunda ada Gamelan Slendro, Pelog dan kemudian ada juga Degung. Ah makin geleng geleng kita.

Dengan kekayaan seperti ini seharusnya orang Indonesia terutama kaum mudanya tertarik dong dengan Gamelan. Tetapi kata seharusnya berbeda dengan kata sebenarnya atau realitanya. Mengapa begini ? Mari kita tanya lagi kepada teman teman kita ? Pernahkah mereka main Gamelan ? Main disini bukan berarti ada instrumen Gong terus kita pukul pukul tanpa arti dan makna apapun. Main berarti memainkan sebuah lagu, ya seperti saya waktu SMU memainkan lagu lagunya Dewa 19 satu album lengkap baik di studio ataupun di festival. Kalau mainnya seperti itu, saya yakin jarang sekali yang pernah melakukan apalagi yang aktif melakukan.

Beberapa kendala adalah : tiada akses yang mudah untuk memainkan Gamelan. Untuk informasi satu set gamelan harganya sangat mahal bisa mencapai ratusan juta rupiah. Bayangkan untuk membuat studio standar lengkap untuk musik pop mungkin tidak sampai 50 juta. Tapi untuk gamelan, ongkosnya jauh lebih besar. Ini dari satu sisi saja, kemudian dari sisi materi, pengajar, sepertinya makin langka. Memang terdapat sanggar sanggar kesenian yang masih aktif, tapi jumlahnya tidak banyak. Kendala berikutnya adalah kaum muda lebih tertarik dengan budaya budaya modern yang dengan mudah mereka lihat di tv dan di dengarkan di Radio. Terdapat kesan kalau Gamelan adalah budaya ketinggalan jaman.

Ketinggalan jaman ? ah geli sendiri. Karena di luar negri terutama di amerika banyak universitas ataupun institusi ternama yang memiliki satu set gamelan lengkap dan memiliki aktifitas reguler. Sebagai contoh di Prancis, di Institute Cite de la Musique, terdapat beberapa set gamelan lengkap. Dan mereka memiliki beberapa tim gamelan yang telah tampil beberapa kali. Gamelan tidak ketinggalan jaman, bagi yang pernah memainkan, mereka akan setuju : Gamelan itu mengasyikan.

Cobalah kenali gamelan, baca artikel artikelnya baik melalui buku buku maupun media internet. Saya yakin Gamelan itu cocok dimainkan siapa saja, dari orang yang tinggal desa sampai para eksekutif muda. Itu adalah budaya kita, anda akan merasakan bangga.

Pada bagian akhir ini saya mencoba memperkenalkan konstribusi kecil saya kepada Gamelan, yaitu GamelanStudio, sebuah program permainan untuk mengenal lebih dekat dengan Gamelan Slendro dari Jawa Barat. Konsepnya sederhana. Disini anda dapat mencoba untuk mainkan alat alat musik berikut : saron1, saron2, peking, demung, rincik, bonang, kenong atau gong. Kemudian bila anda sudah mulai mengerti mungkin anda tertarik untuk mengkomposisi sebuah lagu sederhana. Walaupun masih terbatas hal hal tersebut dapat dimungkinkan dengan menggunakan Gamelan Studio (http://www.pictogame.com/play/game/J2dhqCxgb43w_gamelanstudio).

Mungkin sampai disini dulu promosi saya. Cobalah Gamelan, mungkin anda tidak percaya, 6 bulan yang lalu saya hanyalah orang awam yang tidak perna menyentuh gamelan dan sekarang, saya sangat menikmatinya dan saya tidak ingin berhenti memainkannya.

Semoga teman teman terketuk hatinya, hidup Indonesia.

Iklan

Proyek Wayang Flash 2

Setelah 1 minggu dari proyek wayang flash versi pertama saya unggah, ternyata sudah di unduh sebanyak lebih dari 100 kali. Walaupun sayangnya belum ada yang memberikan saran dan kritik. Dan kini versi tersebut telah banyak saya perbaharui. Terutama untuk bagian menu, latar belakang dan sedikit animasi pembuka. Sedangkan untuk wayangnya sendiri belum ada perkembangan berarti.

Bagong masih sendiri walaupun teman teman punakawannya sudah berada dipinggir panggung tapi masih belum bisa ikut bermain.

Silahkan lihat sendiri proyek wayang flash di :

http://www.zshare.net/flash/1566852319677e2b/

Bagi teman-teman yang berminat untuk membantu apa saja silahkan kirim saran, kritik dan kesediaannya (bagi yang jago program flash).

Ditunggu Komentarnya ..

Bowie Brotosumpeno

Gunungan

Bumi gonjang-ganjing, Langit kelap kelip …..

Sang Dalang berkomat-kamit sambil mengeluarkan Wayang Gunungan ke atas layar, dipinggiran para pemain gamelan nampak bersiap-siap, sedangkan para sinden tampak duduk bersimpuh dan tampak siap untuk mulai. Gunungan tersebut pun di tancapkan kedalam batangan pisang. Sementara dipinggir kanan dan kiri wayang-wayang lain menunggu dengan sabar giliran mereka untuk keluar.

Gunungan2

Gunungan

Kali ini sang Dalang ingin menceritakan lakon eksepsional, karena semua tokoh wayang akan ditampilkan tanpa terkecuali. Bukan karena sang Dalang ingin pamer akan koleksi wayang kulitnya tapi karena sang Dalang prihatin dengan generasi saat ini yang merasa kesusahan untuk mengenal tokoh-tokoh pewayangan yang telah digambarkan kedalam wayang kulit. Sebuah karya besar yang merupakan buah hasil dari kerja keras para artis-artis Indonesa di jaman dahulu untuk mengejewantahkan para tokoh Mahabaratha dan Ramayana kedalam bentuk tersendiri yang unik dan khas dengan budaya Jawa.

Dayang juga ingin memperlihatkan koleksi koleksi lain, yaitu wayang fantasi dan wayang kontemporain yang telah lepas dari segala pakem dan mencoba menyesuaikan wayang kedalam aktualitas sehari-hari. Ini untuk membuktikan kalau wayang tidak memiliki limit dan batas-batas.

Ah tentu saja, layar disini bukanlah terbuat dari kain yang diterangi oleh lampu templok namun terbuat dari halaman-halaman html, adegan-adegan diceritakan oleh artikel-artikel. Para penonton pun dapat berinteraksi dengan sang dalang dengan menuliskan komentar-komentarnya disetiap lakon.

Bersiaplah karena sang sinden sudah mulai bernyanyi suluk dan pelan-pelan suara gemelan pun mulai terdengar, sang dalang pelan-pelan mencabut Gunungannya.

Dalang Bowie

PS : Gunungan adalah wayang yang berbentuk gunung dan digunakan untuk pembuka dan penutup. Selain itu Gunungan juga dapat digunakan untuk merepresentasikan fenomena-fenomena alam seperti angin topan dan badai yang menderu-deru.