Hanacaraka App

Memperkenalkan karya terbaru dari keratonjava, website untuk menggunakan huruf jawa yaitu Hanacaraka. Website ini bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam menulis huruf jawa. Selain itu juga terdapat quiz-quiz yang dapat digunakan untuk melatih pengetahuan dalam menulis huruf hanacarka. Untuk kedepannya, saya berencana untuk menambahkan sedikit tutorial mengenai penulisan huruf hanacaraka yang baik dan benar.

Berikut adalah alamatnya :

http://hanacaraka-app.appspot.com/

Dan berikut adalah beberapa screenshot dari website tersebut :

hanacara-app

Tampak muka

quiz

quiz-list

Daftar Quiz

Web site ini masih dalam tahapan beta, jadi sangat mungkin terdapat kesalahan bug dan lain sebagainya. Untuk itu dapat menghubungi saya langsung, melalui twitter. Bagi teman-teman yang memiliki pengetahuan mengenai penulisan hanacaraka saya minta bantuannya untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.

Font yang digunakan pada saat ini menggunakan ‘Hanacaraka Simple’. Font ini dibuat oleh Mas Budi Teguh Sayoga. Saya tidak memiliki font ini, namun font ini dapat diunduh secara bebas melaui internet dan di install di komputer pengguna. Agar applikasi ini dapat berjalan, maka Font ini haruslah terlebih dulu di install. Tempat pengunduhan dapat dilihat di laman hancaraka-app.

Silahkan mencoba

Iklan

Gamelan Flash

Apa itu Gamelan ? ah itu pertanyaan gampang, anak kecil juga bisa jawab. Setidaknya di Indonesia, Gamelan bukanlah hal yang asing bagi masyarakat awam. Bagaimana kalau pertanyaannya ditambahkan lagi. Tahu nggak berapa jenis Gamelan di Indonesia ? Apa perbedaan antara Gamelan Jawa, Sunda, Bali dan Sumatra ? Apasih bedanya pelog dengan slendro ? Kalau pertanyaannya sudah makin detil seperti ini, orang pun jadi kelabakan dan mulai berpikir “Wah sebenarnya Gamelan itu ribet juga”. Mungkin bukan ribet tapi lebih tepatnya kaya. Seperti budaya kita yang lain wayang, tari, baju dan lain lain, Gamelan itu sangat kaya dengan variasi variasinya, mari kita ambil contoh : dari daerah sunda ada Gamelan Slendro, Pelog dan kemudian ada juga Degung. Ah makin geleng geleng kita.

Dengan kekayaan seperti ini seharusnya orang Indonesia terutama kaum mudanya tertarik dong dengan Gamelan. Tetapi kata seharusnya berbeda dengan kata sebenarnya atau realitanya. Mengapa begini ? Mari kita tanya lagi kepada teman teman kita ? Pernahkah mereka main Gamelan ? Main disini bukan berarti ada instrumen Gong terus kita pukul pukul tanpa arti dan makna apapun. Main berarti memainkan sebuah lagu, ya seperti saya waktu SMU memainkan lagu lagunya Dewa 19 satu album lengkap baik di studio ataupun di festival. Kalau mainnya seperti itu, saya yakin jarang sekali yang pernah melakukan apalagi yang aktif melakukan.

Beberapa kendala adalah : tiada akses yang mudah untuk memainkan Gamelan. Untuk informasi satu set gamelan harganya sangat mahal bisa mencapai ratusan juta rupiah. Bayangkan untuk membuat studio standar lengkap untuk musik pop mungkin tidak sampai 50 juta. Tapi untuk gamelan, ongkosnya jauh lebih besar. Ini dari satu sisi saja, kemudian dari sisi materi, pengajar, sepertinya makin langka. Memang terdapat sanggar sanggar kesenian yang masih aktif, tapi jumlahnya tidak banyak. Kendala berikutnya adalah kaum muda lebih tertarik dengan budaya budaya modern yang dengan mudah mereka lihat di tv dan di dengarkan di Radio. Terdapat kesan kalau Gamelan adalah budaya ketinggalan jaman.

Ketinggalan jaman ? ah geli sendiri. Karena di luar negri terutama di amerika banyak universitas ataupun institusi ternama yang memiliki satu set gamelan lengkap dan memiliki aktifitas reguler. Sebagai contoh di Prancis, di Institute Cite de la Musique, terdapat beberapa set gamelan lengkap. Dan mereka memiliki beberapa tim gamelan yang telah tampil beberapa kali. Gamelan tidak ketinggalan jaman, bagi yang pernah memainkan, mereka akan setuju : Gamelan itu mengasyikan.

Cobalah kenali gamelan, baca artikel artikelnya baik melalui buku buku maupun media internet. Saya yakin Gamelan itu cocok dimainkan siapa saja, dari orang yang tinggal desa sampai para eksekutif muda. Itu adalah budaya kita, anda akan merasakan bangga.

Pada bagian akhir ini saya mencoba memperkenalkan konstribusi kecil saya kepada Gamelan, yaitu GamelanStudio, sebuah program permainan untuk mengenal lebih dekat dengan Gamelan Slendro dari Jawa Barat. Konsepnya sederhana. Disini anda dapat mencoba untuk mainkan alat alat musik berikut : saron1, saron2, peking, demung, rincik, bonang, kenong atau gong. Kemudian bila anda sudah mulai mengerti mungkin anda tertarik untuk mengkomposisi sebuah lagu sederhana. Walaupun masih terbatas hal hal tersebut dapat dimungkinkan dengan menggunakan Gamelan Studio (http://www.pictogame.com/play/game/J2dhqCxgb43w_gamelanstudio).

Mungkin sampai disini dulu promosi saya. Cobalah Gamelan, mungkin anda tidak percaya, 6 bulan yang lalu saya hanyalah orang awam yang tidak perna menyentuh gamelan dan sekarang, saya sangat menikmatinya dan saya tidak ingin berhenti memainkannya.

Semoga teman teman terketuk hatinya, hidup Indonesia.