Gallery Kayon atau gunungan dari bermacam-macam daerah di Indonesia dan bermacam-macam jenis wayang. Sumber dari dGareng.
Juni 17, 2009 pada 9:05 pm (Galleri)
Gallery Kayon atau gunungan dari bermacam-macam daerah di Indonesia dan bermacam-macam jenis wayang. Sumber dari dGareng.
Maret 8, 2009 pada 2:02 pm (Tokoh wayang)
Tags: wayang
Siasat perang ini diibaratkan seperti bentuk bulan sabit, dimana seolah-olah wujudnya tidak membahayakan. Tetapi sesungguhnya siasat ini membahayakan karena di ujung sudut dan di tengah barisan selalu siap sedia dengan gerakan yang mudah dilakukan.
Selain dari siasat perang yang digambarkan ini, masih ada pula siasat lain-lainnya, seperti :
Ada peribahasa Jawa yang berbunyi: Kinepung wakuI binaya mangap, yang artinja dikelilingi seperti pertemuan bingkai bakul dan seperti bertemu dengan buaya ternganga mulutnya. Berarti bahaya yang tak dapat dihindari.
Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.
Maret 8, 2009 pada 1:57 pm (Tokoh wayang)
Tags: wayang
Diradameta artinya gajah yang sedang marah. Siasat ini menggambarkan kemarahan seekor gajah. Kemarahan yang mengagumkan (sekaligus mengerikan), belalai dan gading gajah itu sangat membahayakan. Dan kekuatannya pun maha dahsyat.
Siasat perang Diradameta ini digunakan Kurawa dalam perang Baratayudha, dimana Prabu Duryudana bertempat di tengkuk dengan Arja Sindurja (Jayadrata) dan Adipati Awangga, barisan Kurawa membentuk gading, sedangkan Prabu Bagadenta sebagai belalai gajah, dan Dahyang Durna berada di kepala gajah.
Bertempur antara Pandawa dan Kurawa dimisalkan seperti laut beradu gelombang, bergema hingga menjulang ke angkasa, dan menggelisahkan Suralaya, maka para Dewa di Suralaya menurunkan hujan bunga ke medan perang itu untuk penghiburan.
Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.
Maret 8, 2009 pada 1:52 pm (Tokoh wayang)
Tags: wayang
Siasat perang ini sangat hebat, menyerupai roda kereta yang menggelinding dengan dahsyat sehingga apapun apapun yang tergiling akan hancur lebur. Perang dengan siasat ini harus mengerahkan tentara dengan jumlah besar dan harus mampu bergerak cepat, sebab tujuan siasat ini adalah menggempur kekuatan lawan dengan segera dan habis pada seketika itu juga. Siasat ini memerlukan panglima perang yang ulung, hingga musuh yang ditampuhnya tak dapat melawan. Pemimpin gerakan ini sebagian berada di garis depan dan sebagian lagi berada di garis belakang untuk mengelabuhi musuh.
Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.
Maret 8, 2009 pada 1:49 pm (Tokoh wayang)
Tags: wayang
Bindi adalah senjata semacam gada juga, tetapi lurus tidak bergerigi. Senjata ini hanya digunakan oleh orang biasa, misalnya punggawa kerajaan. Menurut cara perang dalam pewayangan, senjata bindi tersebut dipergunakan setelah salah seorang yang berperang tanding akan kalah. Untuk kesatria, maka ia akan menggunakan panah, sedangkan untuk punggawa biasa yang bukan kesatria menggunakan senjata pemukul (bindi).
Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.
« Tulisan sebelumnya Halaman Berikutnya » Halaman Berikutnya »