RADEN SETYAKI

Raden Setyaki

Raden Setyaki

Raden Setyaki putera Prabu Setyajid di Lesanpura, ia juga bernama Wresniwira karena merupakan putra Dewi Wresni, dan disebut juga kesatria Lesanpura. Walaupun Setyaki adalah putra mahkota yang akan menggantikan ayahandanya untuk memerintah di Lesanpura, tetapi ia memilih untuk pergi meninggalkan negerinya dan mengikuti iparnya, Prabu Kresna di Dwarawati, yang merupakan seorang titisan Betara Wisnu.
Di negeri Dwarawati Setyaki dianggap sebagai pahlawan, dan karena kesaktiannya, ia mendapat julukan Bimakunting, artinya Sang Bima (Bratasena) yang kerdil.Dalam perang Baratayuhda, Setyaki membinasakan banyak musuh dengan senjata, gadanya. Setyaki lanjut usianya hingga setelah perang Baratayudha.

BENTUK WAYANG

Raden Setyaki bermata kedondongan, hidung dan mulut semada, berkumis. Berkadal-menek, berjamang dengan garuda membelakang. Bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Berkalung bulan sabit. Kain kerajaan lengkap.
Setyaki berwanda 1 Mimis, 2 Wisuna dan 3 Kakik.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

& Komentar

  1. catur berkata,

    Desember 20, 2008 pada 6:11 am

    wonten punapa watak lan karakter Raden setyaki boten kasebataken Ki, ngapunten dereng pitepangan, nuwun

  2. bosangjay berkata,

    Desember 23, 2008 pada 8:43 pm

    Saudara Catur,

    Jangan pake Ki ora pantes (lha wong boso jowo isone cuma ngoko). Untuk watak dan karakter dari Raden Setyaki memang belum lengkap. Mungkin ada yang bisa membantu

  3. HENDRO berkata,

    Mei 25, 2009 pada 3:42 am

    ajeng tangklet soal profil setyaki masa mudanya


Tulis sebuah Komentar